bg lower
WKRI fokus pada kemiskinan dan kekerasan Tanggal publikasi: 19 Oktober 2011 Anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) menyatakan kembali komitmen mereka memberantas kemiskinan dan kekerasan pada sebuah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diadakan di Purwokerto, Jawa Tengah baru-baru ini.Sekitar 160 anggota WKRI dari 32 daerah di Indonesia mengghadiri perrtemuan itu yang berlangsung 13-16 Oktober , yang merupakan kongres ke-18 organisasi itu, setelah kongres tahun 2008 di Denpasar, Bali.Rakornas kali ini menyoroti peran WKRI dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan memberantas kemiskinan dan kekerasan.Kekerasan memiliki kedekatan dengan kemiskinan, demikian Justina Rostiawati, seorang delegasi.“Ketika sebuah keluarga tingkat ekonominya menurun, potensi kekerasan dalam rumah tangga tersebut meningkat,” katanya.Ia mengatakan perempuan memiliki peran yang signifikan dalam memberantas kemiskinan, seraya mencontohkan krisis finansial Asia tahun 1997-1998 ketika suami mereka mendapat PHK, ibu-ibu mengadakan kegiatan ekonomi industri kecil seperti membuat kripik singkong.Ia juga mengatakan WKRI memiliki program pelatihan pekerjaan khusus yang ditujukan kepada ibu-ibu.Maria Saimar dari Manokwari, Propinsi Papua Barat, mengatakan banyak kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa ibu-ibu di wilayahnya akibat suami mereka minum alkohol.“Ke depan kami akan bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) untuk melakukan sosialisasi mengenai kekerasan dalam rumah tangga,” kata wanita berusia 42 tahun itu.Pastor Ignatius Loyola Madya Utama, calon penasehat rohani WKRI, juga mengatakan program ini adalah mulia dan besar.“Wanita Katolik tidak bisa berjalan sendiri. Mereka harus membangun kerjasama dengan berbagai pihak,” tandasnya.Sementara itu Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka mengatakan dalam sambutannya menyebutkan beberapa aspek kemiskinan. “Pertama, kemiskinan fisik. Kedua, kemiskinan kejiwaan dan rasa perasaan. Ketiga, kemiskinan moral etis seperti hedonisme, nepotisme, korupsi. Keempat, kemiskinan spiritual seperti tergoda akan kenikmatan hawa nafsu, dan kurang mendalami iman ketakwaan, papar Mgr Sunarka.Sumber : http://www.cathnewsindonesia.com
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat May 27 2017 03:49 AM
Our Visitors :928397
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT