bg lower
Pekerja-pekerja Gereja menyambut baik kepedulian wakil presiden India terhadap warga masyarakat adat, namun masyarakat adat menginginkan pejabat negara tersebut berbuat lebih banyak lagi untuk mengakhiri situasi mereka yang diabaikan.

Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari mengatakan, lebih dari 70 juta warga masyarakat adat di India tertinggal jauh di belakang komunitas-komunitas lain dalam kemajuan sosial dan ekonomi.

Masyarakat adat “menempati skor terendah dalam Indeks Pembangunan Manusia jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang lain,” kata Ansari dalam sebuah pertemuan para menteri utama negara bagian di New Delhi.

Tidak adanya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah suku itu membuat kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat adat ini semakin tertinggal di belakang, katanya.

Dengan mengabaikan mereka seperti ini, tambahnya, hampir semua komunitas masyarakat adat menderita penyingkiran secara sosial dan geografis, tingkat kemiskinan yang tinggi, dan tidak adanya akses yang wajar terhadap mekanisme hukum dan pemerintahan.

Pastor Marianus Kujur, yang mengetuai unit masyarakat adat di Institut Sosial India yang dikelola Yesuit, menyambut baik kepedulian Ansari tersebut, namun mengatakan bahwa wakil presiden harus membuktikan kepeduliannya itu dalam tindakan nyata.

“Tidak ada yang baru dalam sejarah India bahwa para politisi suka berkomentar seperti itu,” kata imam asal warga Suku Oraon tersebut kepada ucanews.com pada 20 November. Dia menyesal bahwa warga suku tetap saja merana di India selama 63 tahun setelah India merdeka.

Berbagai proyek pembangunan dan industri di sejumlah wilayah masyarakat adat bahkan mengancam gaya hidup, kebudayaan, dan identitas masyarakat adat sendiri, katanya.

“Warga masyarakat adat dikeluarkan dari tanah leluhur mereka melalui proses pengungsian, migrasi, perdagangan manusia, dan lainnya yang tidak manusiawi,” tambahnya.

Pandangan wakil presiden itu membuktikan bahwa pemerintah sadar akan jeritan yang memilukan dari masyarakat adat, kata Pastor G. Cosmon Arokiaraj, sekretaris Komisi Komunitas Warga Suku dan Dalit dari Konferensi Waligereja India.

“Namun, perubahan tidak akan ada, jika pemerintah tidak serius memperhatikan kemajuan masyarakat adat,” kata Pastor Arokiaraj kepada ucanews.com.

Imam itu mengutip kasus-kasus tentang pengalihan dana yang dimaksud untuk pembangunan masyarakat suku. Pemerintah negara bagian mengalihkan dana-dana itu untuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah lain.

“Jika dana-dana untuk masyarakat adat itu tidak sampai kepada masyarakat adat, saya tidak yakin bahwa kondisi sosial-ekonomi masyarakat adat bisa menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Oleh Bijay Kumar Minj, ucanews.com, New Delhi, India
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:24 PM
Our Visitors :894285
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT