bg lower

Vatikan Tentang Perkawinan Gay dan Aborsi di Spanyol
Rabu, 3 November 2010

Kunjungan Paus Benediktus XVI ke Spanyol pada akhir pekan ini adalah sebuah serangan terhadap kebijakan Pemerintah Spanyol yang melegalkan aborsi dan perkawinan sesama jenis kelamin. Kebijakan Pemerintah Spanyol ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik.

Kunjungan Paus Benediktus XVI ke Spanyol pada akhir pekan ini oleh para pemimpin gereja Spanyol dinilai sebagai sebuah pembelaan terhadap iman yang suci dari sebuah legislasi progresif yang sosialis.

Paus Benediktus XVI akan mengunjungi Spanyaol pada akhir pekan ini. Dia akan mengunjungi Santiago de Compostela, salah satu situs tersuci dan sangat berkuasa gereja di Eropa yang paling banyak dikunjungi pesiarah selama lebih dari 1.000 tahun pada 6-7 November. Kemudian dia akan berkunjung ke Barcelona untuk memberkati Gereja Sagrada Familia dan memberkati bangunan rumah baru bagi anak-anak cacat mental.

Konferensi Uskup-Uskup Spanyol mengatakan kunjungan ini bermaksud untuk menentang perkawinan sesama jenis kelamin dan aborsi.

Ketika Sagrada Familia pertama kali direncanakan ahir abad ke-19, dalam pernyataannya mereka mengatakan, “Gereja sudah mengingatkan bahwa alam dan keluarga Kristen didasarkan pada perkawinan dan menjadi sel dasar masyarakat.”

Direktur Media Massa Konferensi Para Uskup Spanyol Isidro Catela mengatakan, jumlah anak yang mengalami cacat mental semakin berkurang karena sudah bisa diatasi sebelum mereka lahir.

Kunjungan Paus ke rumah anak-anak cacat mental di Barcelona itu, lanjutnya adalah sebuah cara untuk membela kehidupan dari semua mereka baik yang memiliki kapasitas intelektual yang besar maupun yang tidak memiliki kapasitas intelektual.
Pemerintahan sosialis Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero dikecam oleh gereja dan kelompok konservatif yang melegalkan perkawinan sesama jenis kelamin dan meringankan pengaturan soal aborsi.

Bagi sebuah negara yang 73 persen (turun dari 80 pesen pada 8 tahun lalu) penduduknya beragama Katolik, undang-undang perkawinan sesama jenis pada 2005 menyulut kemarahan publik. Selain itu, aturan yang semakin memudahkan aborsi menyulut aksi unjuk rasa puluhan ribu massa yang tumpah ruah di jalan-jalan Spanyol.

Tetapi Pemerintahan Zapatero lebih terancam karena ketidakmampuannya mengatasi krisis ekonomi negeri itu sehingga yang menyebabkan pengangguran mencapai 20 persen. Zapatero pun membuat aturan yang secara ketat memisahkan gereja dan negara.
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Dec 06 2016 12:02 AM
Our Visitors :892869
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT