bg lower
Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya


Tahta Suci Vatikan akhirnya bereaksi atas bocornya kawat diplomatik Amerika Serikat (AS) terkait terkait kepemimpinan Vatikan. Vatikan menilai bocoran kawat diplomatik oleh WikiLeaks itu sebagai sebuah masalah yang sangat-sangat serius.

Kawat dari Kedutaan Besar AS di Vatikan menceritakan tentang lemahnya kepemimpinan Vatikan dan penolakan Tahta Suci untuk campur tangan atas masalah pelecehan seksual para imam di Irlandia. Menurut Vatikan, bocoran WikiLeaks itu sangat tidak bisa dipercaya.

“Secara alamiah, laporan-laporan ini merefleksikan persepsi dan opini tentang orang-orang yang menulis kawat-kawat itu dan tidak dapat diterima sebagai sikap dari Tahta Suci itu sendiri pun juga bukan kutipan yang tepat dari kata-kata resmi itu sendiri,” kata Vatikan pada akhir pekan kemarin.

Ditambahkan, “Informasi-informasi yang kebenarannya sangat diragukan itu harus dievaluasi secara hati-hati dan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.”

Dalam kawat itu disebutkan Diplomat AS di Roma Julieta Valls Noyes mengatakan bahwa Irlandia berusaha untuk melibatkan Vatikan dalam menyelesaikan kasus pelecehan seksual para imam di Irlandia karena masalah itu terkait otoritas Vatikan.

Selain itu, kawat diplomatik AS itu juga meneyebutkan bahwa Duta Besar Inggris untuk Vatikan juga mengingatkan masalah sambutan Paus Benediktus XVI terhadap para uskup dan imam Anglikan ke dalam gereja Katolik bakal menyulut tidak kekerasan terhadap minoritas Katolik di Inggris raya dan menghidupkan kembali gerakan anti Katolik di negeri itu.

Tahta Suci juga dinilai sebagai sebuah kelompok yang technophobia atau takut dengan kemajuan teknologi. Butkinya hanya satu orang penasihat Paus yang menggunakan Blackberry. Hal itu juga dinilai sebagai upaya untuk melindungi Paus dari berita-berita buruk.

Sementara orang nomor dua di Vatikan, Sekretaris Negara, Kardinal Tarcisio Bertone dinilai sebagai “Yes Man” dalam kawat tersebut.

Menanggapi itu Kardinal Bertone seperti dikutip koran-koran Italia mengatakan, “Saya banggga disebut sebagai seorang yes man. Itu menunjukkan bahwa dukunga saya begitu besar terhadap kerja pastoral kepausan.”

Koran-koran Italia umumnya membela Vatikan. Il Giornale, misalnya membantah bahwa Bertone hanya bisa berbahasa Italia seperti disebutkan dalam kawat itu. Padahal Bertone fasih berbahasa Prancis dan Spanyol seperti berbicara Italia. “Tetapi Kedutaan Amerika Serikat tidak bisa memaafkannya karena tidak bisa berbahasa Inggris,” tulis koran tersebut.


sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 09:51 AM
Our Visitors :892310
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT