bg lower
Uskup Harapkan Karito Tembus Masyarakat
(dian lestari)
Wednesday, 06 October 2010

Caritas Purwokerto (Karito) mengadakan Workshop Pengembangan Organisasi (Organizational Development). Kegiatan ini didukung oleh Caritas Indonesia (KARINA) KWI diikuti oleh keluarga Karito yang sedang memulai PRBOM (Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat).

Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ menyempatkan diri hadir untuk memberikan kata pembuka. Dalam kesempatan itu, Uskup menekankan kembali pentingnya Karito menembus masyarakat luas. “Saya harapkan, Karito meski dalam bentuk kecil memiliki impiannya, punya kegilaan, menembus seluruh masyarakat,” jelas Uskup.



Menurut Uskup, karya sosial Karito adalah tanggap darurat (emergency), pengembangan masyarakat dan advokasi. Uskup berharap agar Karito bisa menentukan sampai sebatas mana penanganan tanggap darurat (emergency) dikatakan berhenti, dan kapan advokasi dilakukan juga pengembangan masyarakat sampai tingkat mana hingga dapat dikatakan selesai.



Workshop OD berlangsung dari Selasa–Jumat, 15-18 Juni 2010 bertempat di Rumah Pastoral Hening Griya dan diikuti oleh fasilitator PRBOM serta staf Karito yang kesemuanya berjumlah 20 orang. Tujuan diadakannya workshop OD adalah membantu mengidentifikasi dan atau menguatkan pondasi keorganisasian Caritas-Caritas keuskupan sehingga mereka dapat melangkah pasti dalam mengembangkan pelayanan kemanusiaan di wilayah masing-masing.



Direktur Karito Rm Budhi Prayitno Pr mengulas eksiklik Deus Caritas Est yang mendasari pelayanan Karitas, akerna pelayanan kasih itu adalah jati diri gereja. “Bekerja di karitas sesuai kompetensi, tetapi juga harus memiliki kasih,” tambahnya.



Kali ini Rm Dany Sanusi OSC, RR MJL Sri Murniati,dan LH Pranoto berkesempatan menjadi fasilitator. Pranoto berlatar belakang pengajar di LPPM, sementara yang lain adalah tim dari Karina KWI didukung oleh Diah Pitaloka, staf unit Pengembangan Kapasitas. Dalam pengantar materi, Pranoto mengajak peserta melihat ada begitu banyak cara pandang dari suatu masalah. Ia kemudian mengajak peserta mencermati tahapan proses pelatihan sampai hari jumat. “Instruktur menjadi fasilitator yang kadang-kadang melakukan kaunter pendapat, atau menjadi moderator ketika diskusi,” kata Pranoto.



Hari pertama pertemuan itu diisi juga oleh Rm Dani Sanusi yang memberi pengantar mengenai stakeholder (para pihak terkait). Proses berikutnya peserta yang terbagi dalam kelompok melakukan analisis stakeholder terkait dengan lembaga Karito.



Dinamika proses pelatihan berlanjut. Yang unik, meskipun para peserta adalah ‘orang lapangan’ mereka terlihat setia mengikuti proses walau dalam beberapa kali kesempatan terlihat kelelahan. Thomas misalnya, adalah fasilitator PRBOM di Desa Wadas Gumantung, Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Meskipun ia lulusan SMP, ia terlihat lancar ketika memberikan ulasan proses pada satu kesempatan pagi.



Selama empat hari peserta diajak menggagas misi, visi, stakeholders, bidang kerja utama hingga rencana tindak lanjut. Di malam terakhir, para peserta yang juga fasilitator PRBOM berkumpul untuk sharing dan mendiskusikan perkembangan komunitas dampingan mereka masing-masing. Pertemuan itu dikoordinasikan oleh Romo FA Teguh Santosa yang juga Ketua Program PRBOM Karito.

sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 11:01 PM
Our Visitors :892465
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT