bg lower
Uskup Agung Hon akan ditahbiskan oleh Paus

<12 Januari 2011>
Reporter ucanews.com, Hong Kong, Cina

Uskup Agung terpilih Savio Hon Tai-fai (kiri) dan Joseph Kardinal Zen Ze-kiun menghadiri acara perpisahan pada 9 Januari.

Sekretaris baru Kongregasi Evangelisasi , Uskup Agung terpilih Savio Hon Tai-fai
, akan ditahbiskan oleh Paus Benediktus XVI pada 5 Februari , hari ketiga Imlek
, Tahun Baru Cina.

Paus akan menahbiskannya bersama dengan dua duta Vatikan dan dua sekretaris lain
untuk menempati posisi tertentu dalam Kuria Roma. Pentahbisan tersebut akan
dilaksanakan di Roma.

Keluarga besar Salesian di Hong Kong akan mengirim sebuah delegasi ke Roma.

Dalam Misa 9 Januari , sekitar 400 umat Katolik setempat mengucapkan selamat
jalan kepada uskup agung terpilih. Setelah Misa, umat mengadakan pertemuan dan
perjamuan malam bersamanya. Pertemuan perpisahan juga akan diadakan pada 15
Januari.
Sejumlah umat Katolik berharap bahwa uskup agung terpilih akan turut memperbaiki
hubungan Cina-Vatikan dan bersikap pro-aktif dalam menyelidiki calon-calon uskup
untuk Cina , karena kongregasi tempat dia bekerja nanti memang bertanggungjawab
untuk karya misioner dan memiliki yurisdiksi atas Gereja di Cina.

Sebagai seorang Cina pertama yang menjabat pos penting di Kuria Romawi , Uskup
Agung terpilih Hon mengatakan kepada ucanews.com baru-baru ini bahwa dia merasa
“tertekan setiap hari” sejak pengumuman dirinya menjadi uskup agung itu
dikeluarkan pada 23 Desember. “Saya enggan meninggalkan kampung halaman untuk
menduduki suatu jabatan di Vatikan , namun saya akan mengabdikan segala upaya
saya untuk mengikuti kehendak Allah,” katanya.
Dia akan berdoa, katanya, untuk memohon “kerendahan hati untuk merendahkan diri,
hikmat untuk memahami kehendak Tuhan, kesabaran untuk menghargai sikap orang
lain, sukacita untuk berbagi dengan orang lain, kekuatan untuk menyelesaikan
tugasnya, cinta kasih untuk memperlakukan orang lain dengan baik, dan ketekunan
untuk mengutamakan kepentingan Gereja yang terbesar.”

Ia mengakui bahwa Joseph Kardinal Zen Ze-kiun adalah gurunya, dan wawasan
mendalam dan kepekaan akan keadilan dari konfraternya yang kardinal itu sangat
mengilhami dirinya. “Kita harus menghormati umat Katolik bawah tanah yang setia
kepada iman mereka. Kita juga harus memahami nilai keberadaan mereka,” katanya.
“Meminta mereka untuk bergabung dengan Gereja ‘terbuka’ itu sebenarnya hanya
merupakan sikap terburu-buru dan sepihak. Memang pembinaan calon imam dan
berbagai kesulitan lain mereka alami, namun itu bukan alasan yang kuat untuk
bergabung.”

Tentang menjaga prinsip-prinsip Gereja seperti pentahbisan uskup, “saya sangat
menentang” pentahbisan uskup tanpa persetujuan paus, katanya.
Setelah ditahbiskan di Roma, Uskup Agung Hon akan kembali ke Hong Kong untuk
perayaan bersama pada 19 dan 20 Februari. “Saya berharap bisa berbagi sukacita
saya ini dengan Katolik di Cina daratan,” katanya.

Sejak awal 1990-an hingga 2003, uskup agung terpilih yang berusia 60 tahun itu
diundang untuk mengajar di seminari-seminari di Cina daratan dan sesekali
diminta untuk memberikan bimbingan rohani kepada seminaris. Dalam beberapa tahun
terakhir ini, dia kadang-kadang memberi kuliah bagi para imam dari Cina daratan
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 11:01 PM
Our Visitors :892460
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT