bg lower
THAILAND
Sekolah Salesian, lebih dari nilai akademis

ucanews.com (12/01), Kongregasi Salesian di Thailand ingin para siswa menyerap nilai-nilai Kristiani dan terlibat dalam aksi sosial serta mendapat pendidikan akademik yang baik.

Sekolah-sekolah Salesian sadar bahwa sistem pendidikan yang terfokus hanya pada mempersiapkan siswa untuk mendapatkan nilai bagus dan bisa masuk universitas bergengsi itu memiliki kekurangan, kata Pastor Noppadol Joseph SDB, moderator urusan kesiswaan dari Sarasit Pittayalai School di Ratchaburi, sebelah barat Bangkok.

Itulah sebabnya semua dari tujuh sekolah yang dikelola Salesian di Thailand baru-baru ini mulai “Students Volunteer Projects.”

Kegiatan dari proyek tersebut, antara lain, siswa dan orangtua menyumbang bahan-bahan untuk anak-anak miskin dan secara fisik membantu membangun fasilitas di sekolah-sekolah negeri yang miskin.

“Ini merupakan proyek jangka panjang dengan berbagai kegiatan selama satu tahun akademis. Kami melakukan aksi pengumpulan bantuan, dan para siswa menyumbangkan pakaian mereka yang tidak lagi digunakan, peralatan olah raga, dan buku-buku untuk anak-anak di daerah terpencil di propinsi ini,” kata Pastor Joseph.

Para siswa yang lebih besar membantu untuk membangun kantin, perpustakaan, dan fasilitas sekolah.

“Pada tahun 2010, siswa kami memberikan semua uang yang mereka kumpulkan melalui program Natal mereka untuk program makan siang gratis dari sebuah sekolah negeri di Pumuangratbamrung,” kata Pastor Joseph.

Pitch Pongpanich, siswa kelas 12 beragama Budha, mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini “membuka mata saya bahwa para siswa miskin itu menghadapi banyak kesulitan.”

Dia mengatakan, dia senang bisa memberi kontribusi walaupun kecil dan berjanji untuk mempertahankan semangat ini bahkan setelah tamat.

Tahun lalu, sebuah sekolah lain yang dikelola Salesian – Saengthong Wittaya School di Hadyai, Thailand selatan – mengumpulkan uang dan peralatan sekolah untuk anak-anak yang terkena dampak tsunami 2004 di Propinsi Phang Nga, kata Pastor Puvanas Kitsawat, kepala sekolah tersebut.

Imam itu menambahkan bahwa sekolahnya juga merencanakan aksi-aksi lain untuk liburan sekolah bulan April untuk membangun solidaritas antara siswanya dengan anak-anaknya yang terkena dampak tsunami dan orang-orang muda.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, Pastor Kitsawat berharap, para siswa “belajar untuk mengasihi dan memberi tanpa pamrih.”

Pastor Thepparat Pitisan, pemimpin Salesian Thailand, menambahkan bahwa “kongregasi kami memiliki kebijakan yang jelas untuk mendorong siswa kami memberikan kontribusi kepada masyarakat.”

Dia mencatat bahwa sekolah-sekolah Salesian memberikan kesempatan kepada para siswa dari agama apappun untuk bertemu dengan orang-orang yang rentan dan belajar untuk melihat bagaimana mereka bertahan.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai dan moralitas pada orang muda. Ini merupakan kebutuhan masyarakat sekarang ini,” katanya.

Salesian Don Bosco, kongregasi yang didirikan pada abad ke-19 di Italia, itu bertujuan untuk menolong kaum muda yang miskin dan rentan.

ucanews.com



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Dec 06 2016 12:01 AM
Our Visitors :892861
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT