bg lower
"Tangan besi" untuk perusuh sektarian di Mesir 09 Mei 2011 (9/5/2011)Pemerintah Mesir berjanji akan menindak para perusuh "dengan tangan besi" setelah bentrok antar iman di Kairo menyebabkan 12 orang tewas dan hampir 200 lainnya luka.Bentrok ini merupakan seri terakhir dari rangkaian aksi kekerasan sektarian sejak tumbangnya Presiden Mubarak Februari lalu.Menteri bidang Hukum Mesir, Abdel Aziz al-Gindi, mengatakan tekad pemerintah untuk menindak keras biang keributan."Tangan pemerintah tidak gemetaran. Pemerintah tidak lemah," kata Menteri Gindi, usai pertemuan kabinet darurat dipimpin oleh Perdana Menteri Essam Sharaf.PM Sharaf menunda jadwal kunjungannya ke negara Teluk akibat meletusnya kerusuhan ini.Menteri Gindi juga mengatakan pemerintah akan menjatuhkan sanksi berat terhadap para perusak tempat ibadah."Segera dan dengan tegas melaksanakan undang-undang yang memenjarakan penyerang rumah ibadah dan perusak kemerdekaan berkeyakinan", tambahnya.Dalam UU Mesir kedua kejahatan ini bisa dihukum dengan masimum hukuman mati, lapor wartawan BBC di Kairo, Jonathan Head.Peradilan militerPemerintah berharap sancaman sanksi ini akan membuat para perusuh gentar. Dua gereja rusak parah akibat pembakaran disertai rusuh setelah aksi protes sekelompok Muslim konservatif meningkat menjadi aksi amuk massa.Kelompok Muslim itu mengepung gereja yang disebut-sebut menjadi tempat menahan seorang perempuan yang sudah masuk Islam.Namun menurut para saksi mata ada kelompok lain yang menyulut pertikaian dengan melempar bom minyak ke arah gereja, sehingga aksi tembak-menembak terjadi.Gagalnya pasukan pengamanan untuk meredakan pertempuran dua kubu selama beberapa jam berakibat pada munculnya keluhan kelompok Kristiani yang merasa tidak dilindungi negara."Konsil Militer Tertinggi memutuskan membawa tersangka yang sudah ditahan akibat insiden kemarin (Sabtu, 07/05), yang berjumlah 190 orang, ke hadapan sidang Mahkamah Agung Militer"Halaman Facebook militer MesirMiliter Mesir membuat pernyataan pada halaman jejaring sosial di internet, Facebook: "Konsil Militer Tertinggi memutuskan membawa tersangka yang sudah ditahan akibat insiden kemarin (Sabtu, 07/05), yang berjumlah 190 orang, ke hadapan sidang Mahkamah Agung Militer."Tumbangnya Presiden Mubarak dan pemerintahnya yang keras telah membuka peluang bagi banyak warga yang merasa terpinggirkan untuk lebih bebas mengekpresikan sikapnya di jalanan sehingga ketegangan makin terasa di tengah masyarakat dimana kemiskinan kronis dan pendidikan rendah banyak terjadi.Kelompok Islam garis keras termasuk yang paling vokal dalam menyuarakan sikap mereka, meskipun banyak pula kelompok demonstran Kristiani.Warga menuntut perbaikan standar hidup setelah revolusi berhasil, namun aksi massa tersebut telah mengakibatkan guncangnya kondisi keuangan pemerintah dan membatasi kemampuannya untuk memenuhi harapan para demonstran.Campuran berbagai situasi berbahaya ini terjadi di Mesir, yang akan menjalani pemilu pertamanya dengan bebas dalam tempo kurang dari lima bulan sejak sekarang.(bbc.co.uk)Sumber : http://www.mirifica.net/
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Wed Nov 22 2017 10:28 AM
Our Visitors :959270
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT