bg lower
Seorang ibu Katolik bagi kisah hidup bersama ex-PKI

by: Konradus Epa, Jakarta

UCAnews (27/01) - Seorang wanita Katolik kemarin berbagi kisah tentang pelayanan yang ia lakukan terhadap orang-orang yang dipinggirkan karena dugaan keterlibatan mereka dengan PKI lebih dari empat puluh tahun silam. Ia mengatakan masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk membantu mereka.

“Saya sedang membantu orang-orang yang masih mengalami trauma karena keterkaitan mereka dengan Partai Komunis Indonesia (PKI),” kata Cicilia Yulianti Hendayani dari Blitar, Jawa Timur.

“Orang-orang ini tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat, sehingga mereka hidup dalam kemiskinan,” kata Cicilia dalam pertemuan yang diselenggarakan Inter-Religious Council (IRC) di Jakarta, 26 Januari.

ICR mewakili kelompok-kelompok dari Katolik, Protestan, Hindu, Konghucu, Budha, dan Islam di Indonesia.

Pertemuan kemarin diselenggarakan untuk membahas langkah-langkah yang diambil oleh komunitas lintas agama dalam memberantas kemiskinan dan menegakkan keadilan.

Setelah gagal berkuasa tahun 1965, PKI dilarang hingga saat ini. Namun penderitaan orang-orang yang dicap komunis masih berlanjut hingga detik ini.

“Kehidupan orang-orang itu diselimuti ketakutan dan rasa malu. Mereka hampir tidak berbicara dengan orang lain,” lanjut Cicilia.

Dalam melayani orang-orang tersebut Cicilia bekerja sama dengan pelayanan pastoral keuskupan Surabaya.

Ia juga menyampaikan kepada sekitar 100 peserta yang hadir bahwa selain bekerja untuk orang-orang yang mengalami stigma komunis, ia juga membantu penderita HIV/AIDS dan mantan pekerja migrant di 23 dusun di Blitar.

“Kami mendukung mereka untuk menjadi petani dan mengajak mereka untuk tidak hanya terfokus pada uang saja. Sekarang mereka sudah kembali percaya diri,” katanya.

Seorang aktivis lain, Johny Sirait, dari Surabaya juga menceritakan pengalamannya dalam pertemuan itu.

“Kami melayani orang-orang miskin tanpa memandang latarbelakang mereka. Kami mengajar para ibu cara mendidik anak-anak mereka, cara memasak dan mencari duit. Kami menawarkan program penyembuhan bagi anak-anak yang mengalami kekerasan dalam keluarga,” kata Johny.

Sementara ketua IRC, Din Syamsuddin dari Muhammadiyah, mengatakan dia sangat berharap agar pengalaman orang-orang dalam pertemuan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang muda dalam melayani orang-orang miskin.
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Mon Nov 20 2017 04:56 PM
Our Visitors :959045
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT