bg lower

DARI SYUKUR MENUJU SYUKUR
SEJALAN DENGAN ARAH DASAR KAS 2011-2015

Keuskupan Agung Semarang mengisi bulan Januari dengan Temu Pastoral (Tepas) yang diselenggarkan oleh masing-masing kevikepan : Kevikepan DIY (10-12 Januari 2011); Kevikepan Semarang (12-14 Januari 2011); Kevikepan Surakarta (17-19 Januari 2011); Data peserta Tepas Kevikepan Kedu (19-21 Januari 2011). Pada akhir setiap Tepas disampaikan peneguhan dari Uskup. Karena itu saya sampaikan Catatan Kaki, agar umat sungguh-sungguh memiliki kaki-kaki yang teguh dan hati penuh syukur menapaki peta jalan menuju cita-cita sebagaimana dirumuskan dalam Arah Dasar KAS 2011-2012.

1. Tepas, Temu Pastoral, telah kita fahami dan kita selenggarakan bukan sebagai temu para pastor (tertahbis), tetapi temu umat yang berkehendak menghadirkan Gereja dalam dunianya. Gereja adalah teks, dan dunia adalah konteks nyata tempat Gereja hidup. Yang menjadi peserta bukan hanya para pastor tetapi umat awam beriman kristiani (“laici” adalah “christifideles laici” dari LG 31).

Data peserta Tepas Kevikepan DIY (10-12 Januari 2011): imam 79 (51%), bruder 1 (1%), suster 1 (1%), dan awam: bapak/sdr: 68 (44%), ibu/sdri: 5 (3%). Dalam perspektif gender: laki-laki 96%; perempuan 4%.

Data peserta Tepas Kevikepan Semarang (12-14 Januari 2011):

Data peserta Tepas Kevikepan Surakarta (17-19 Januari 2011):

Data peserta Tepas Kevikepan Kedu (19-21 Januari 2011):

Untuk mendukung tumbuhnya habitus baru dalam perspektif gender, perlu melakukan pergeseran paradigma dari patriarki-maskulin menuju kesetaraan jender.

2. Dinamika pastoral KAS dilandaskan pada eklesiologi Konsili Vatikan II (1962-1965): faham Gereja sebagai “communio” (“Lumen gentium” dan “Gaudium et spes”) menjadi landasan eklesiologi “Gereja di Asia”, yang dikembangkan oleh FABC (1974, Plenary Assembly V, 1990, di Lembang Bandung) ketika Uskup-uskup merumuskan jati diri Gereja sebagai “a dynamic communion of communities”, “persekutuan hidup komunitas-komunitas umat beriman” yang hidup dalam realitas Asia.

Yang dikembangkan adalah eklesiologi yang integral: Gereja adalah “communio”, “koinonia”, persekutuan sebagai jati dirinya, yang berpartisipasi dalam tugas Kristus sebagai imam (“leitourgia”), gembala (“diakonia”) dan nabi (“kerygma”), dalam semangat martyria. Tritugas tersebut dilaksanakan dalam dinamika aktif-pasif: menguduskan – dikuduskan; memimpin – melayani dengan murah hati; mengajar – belajar tanpa henti, dengan hati yang “happy, committed dan profesional”.

Dalam kontak dengan realitas Asia, dialog menjadi cara baru menggereja (“a new way of being Church”), dengan mengembangkan dialog tiga matra: dengan berbagai budaya melalui inkulturasi iman; dialog dengan berbagai agama, dan dialog dengan kemiskinan melalui pemberdayaan. Arah Dasar KAS disusun berlandasan eklesiologi yang integral tersebut: Mgr. I. Suharyo merumuskan Gereja sebagai peristiwa (“happening”), yang dalam Ardas KAS difahami sebagai “persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus” , yang dalam bimbingan Roh Kudus, berupaya menghadirkan Kerajaan Allah sehingga semakin signifikan dan relevan bagi warganya dan masyarakat (Ardas KAS 2011-2015, alinea 1).

Dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010: dengan metode narasi dikembangkan triple dialog dengan aneka budaya Nusantara, dengan berbagai umat beragama lain (Islam), dan dengan realitas kemiskinan Indonesia.


3. Menuju perwujudan cita-cita tersebut digambar ROAD MAP (Peta Jalan) dari syukur menuju syukur. Mengakhiri masa berlaku Ardas KAS 2006-2010 kita merayakan Tahun Syukur atas habitus baru, dan mengolah tema “Terlibat, Berbagi Berkat”. Syukur tersebut kita jadikan suasana hati menapaki Road Map, menuju berakhirnya masa berlakukannya Ardas KAS 2011-2015, syukur atas Gereja Katolik KAS. Dalam perspektif ini Road Map ini yang beri judul: Dari Syukur menuju Syukur. Tanpa mengabaikan komponen-komponen lain dalam Gereja, kita mengembangkan umat Allah, terutama optimalisasi peran kaum awam (merujuk pada laikologi Konsili Vatikan II: LG 31).

Konsientasi dan pendataan: informasi yang membuat kita menjadi tahu melalui katekismus dengan metode tanya-jawab yang mencerdaskan; dan transformasi yang membuat hati tergerak untuk terlibat dengan metode narasi yang menggerakkan hati. Umat mendoakan Doa Ardas KAS 2011-2015.

4. Dalam pemahaman “Duc in altum”, dan searah dengan prioritas pastoral berkelanjutan akan kita isi tahun-tahun pastoral dengan dengan program besar. Dalam bahasa Latin “altus-a-um”: bertolak ke dasar yang dalam, dan ke puncak yang tinggi.

1. Pengembangan iman mendalam dan tangguh: berpusat pada Ekaristi, sumber dan puncak hidup beriman (bdk. LG 11); iman yang dirayakan dalam selebrasi, dihayati dalam devosi (“seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja “Per Mariam ad Iesum”), diwujudkan dalam aksi.

2. Peningkatan peran awam dalam bidang sosial, kemasyarakatan dan politik: menjadi 100% Indonesia, 100% Katolik (Mgr. Alb. Soegijapranata).


3. Pemberdayaan kaum KLMTD: “preferential option to and with the poorest among the poor” (Mother Teresa dari Kolkota, India).

Surat Gembala (Uskup Bandung) Hari Kemerdekaan RI 2010 : “Keprihatinan juga muncul berkaitan dengan kenyataan kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010, meskipun berkurang dibandingkan dengan Maret 2009 tercatat sebesar 32,53 juta jiwa (14,15%) dari jumlah pendudukan Indonesia 238 juta menurut sensus tahun 2010. Memang ada data kuantitatif seperti itu, tetapi dalam kenyataan hidup sehari-hari angka kemiskinan itu hidup dalam kisah gadis kecil, Sitti (bukan nama sebenarnya). Orang tua dari anak perempuan dari keluarga miskin tetangga kita itu tidak mampu memberinya makan sehari-hari. Kalau demikian, bisa kita duga bahwa bila kebutuhan dasar untuk makan saja tidak terpenuhi, apalagi kebutuhan lain, misalnya untuk pendidikan, tempat tinggal dan tempat belajar yang memadai, serta kebutuhan akan pakaian yang dikenakannya. Anak-anak yang senasib dengan Sitti jumlahnya banyak di sekitar kita.”

Di KAS: perlu mengidentifikasi KLMTD (korban erupsi Merapi, korban narkoba),

Melestarikan dan meningkatkan semangat “Terlibat dan Berbagi Berkat”!


4. Pelestarian keutuhan ciptaan: Go Green! Green Family: Be Green Children, Be Green Youth, Be Green Parents; Be Green Priest; Be Green Diocese; Be Green Church, Be Green Merapi menuju Be Green Globe! Silakan membuat konsep, menyebut indikator, dan gerakan bersama untuk Go Green!

5. Yogyakarta istimewa: istimewa negerinya istimewa orangnya untuk Indonesia (muncul disput: pro monarki dan anti monarki): bagi rakyat DIY keistimewaan adalah harga mati demi keutuhan NRI dan melestarikan Yogyakarta sebagai “City of Tolerance”. Usulan: PK4AS: Komisi Sosial Politik dan Kemasyarakatan. Dalam dialog toleransi tidak cukup, perlu dikembangkan sikap saling mengasihi dan saling menghormati (mutual love and mutual respect).

Mgr. Alb. Soegijapranata pindah dari Semarang ke Yogyakarta, ketika Ibukota Indonesia dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Bintaran menjadi “locus historicus” bagi keberpihakan Gereja Katolik pada NRI.


Prioritas pastoral 2011-2015 saya fahami sebagai perspektif-perspektif yang mewarnai setiap gerak langkah kita dalam menapaki Road Map “Dari Syukur Menuju Syukur”.



DARI SYUKUR MENUJU SYUKUR


2011: Syukur atas Ardas Baru, Ardas KAS 2011-2015

- Syukur atas 100 Tahun Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, 30 Mei 1912-2012; perayaan dimulai Januari 2011. (\Rm. F.X. Van Lith, SJ); menuju puncak perayaan syukur 2 Juni 2012.
- Syukur atas 75 Tahun Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Yogyakarta, 15 Agustus 1936-2011 (Mgr. Willekens, SJ);
- Syukur atas 50 Tahun Hirarki Episkopal Gereja Katolik Indonesia, 3 Januari 1961-2011 (Paus Johannes XXIII);
(Dalam Raker Setjen Desember 2010, diputuskan agar Komsos KWI menyiapkan space di http://www.mirifica.net untuk informasi tentang 50 tahun Hirarki Gereja Katolik di Indonesia. Space dimaksud sudah "on" . Oleh karena itu kami minta kepada teman-teman yang ditugaskan untuk mengisi tulisan di space tersebut agar mengirim naskahnya ke komsos untuk di-upload. Naskah hendaknya dikirim ke alamat agus@kawali.org dan rini@kawali.org. Rama Agus)

- KWI: Hari Studi Katekese menjelang Sidang Tahunan KWI 2011; Mgr. I. Suharyo: “The Catholic Way”; KAS: Katekismus Ardas KAS 2011-2015

2012 : Syukur atas Ekaristi

- Syukur atas 50 Tahun dimulainya Konsili Vatikan II;
- Syukur atas Ekaristi dengan Kongres Ekaristi Internasional ke-50 di Dublin, Irlandia;
- Syukur atas Ekaristi dengan Kongres Ekaristi Keuskupan II KAS;

- KWI: “Indonesian Youth Day”


2013 : Syukur atas Kepercayaan Masyarakat

- Credo, Aku percaya
- Kesaksian hidup
- NASA: Badai Matahari 2013 Bisa Jadi Bencana


2014 : Syukur atas Indonesia dengan menjadi 100% Indonesia 100% Katolik

- Pemilu pimpinan nasional;

2015 : Syukur atas relevansi dan signifikansi Gereja Katolik KAS

- Syukur atas 75 Tahun Keuskupan Agung Semarang


6. Manajemen Pastoral (hendaknya diolah dalam Dewan Harian DKP KAS):

• Programasi: alokasi waktu untuk Tepas; 95% program paroki telah disusun menjelang akhir tahun, diusulkan memindahkan waktu Tepas menjelang berakhirnya tahun pastoral;
• Usulan: PK4AS diubah menjadi Komisi Sosial Politik dan Kemasyarakatan;
• Pembangunan Pastoran Sanjaya Muntilan (PSM). PSM dijadikan Pusat Pastoral KAS. Pastoran telah mulai dibangun 2010, telah diberkati pada Minggu, 9 Januari 2011. Pembangunan akan diteruskan secara berkelanjutan. 2011 tahap pembangunan hunian bagi peserta, tomat dan tomas, untuk pembelajaran dan pembinaan. Partisipasi umat melalui kolekte tertentu untuk keperluan itu.

7. Ucapan terimakakasih kepada para peserta Tepas, DKP KAS: Tim fasilitator DKP dan Kevikepan (senior dan yunior), Sekretariat Tepas, dan siapa pun yang terlibat “dengan tulus, setia dan rendah hati seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja”.

Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya
(Fil. 1: 6).

Salam, doa ‘n Berkah Dalem,

Klaten, 12 Januari 2011
Johannes Pujasumarta
Uskup Keuskupan Agung Semarang
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:24 PM
Our Visitors :894281
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT