bg lower
Stres, Gejala Kehilangan Pengharapan kepada Tuhan


Mazmur 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Setiap manusia pasti pernah mengalami kegelisahan dan tekanan dalam jiwanya atau dengan kata lain pernah mengalami stres. Namun jika sampai berlebihan, adalah sangat tidak baik dan menunjukkan orang yang mengalaminya tidak punya pengharapan kepada Tuhan.

Musa dan Daud adalah dua orang yang pernah mengalami tekanan berat dalam hidupnya. Musa menghadapi tekanan berat dari orang-orang Israel yang dipimpinnya yang selalu menuntut serta bersungut-sungut.

Sementara Daud menghadapi tekanan berat ketika dikejar-kejar Saul. Daud harus berpindah-pindah untuk menghindari Saul dan membuat jiwanya tertekan. Namun Musa dan Daud mempunyai sikap yang berbeda dalam menghadapi tekanan hidup.

Musa tidak mau dikuasai tekanan jiwa sementara Daud pernah dikuasai oleh tekanan jiwa sampai tidak punya pengharapan kepada Tuhan. Musa tahu bahwa stres dapat membuat ia kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Oleh sebab itu, ketika tekanan dan kegelisahan mulai menghampirinya, Musa mengarahkan pikirannya kepada Tuhan.

Ia senantiasa ingat akan Tuhan, ingat akan segala mujizat dan keperkasaan yang dilakukan Tuhan dan hal itu sangat menghibur hatinya serta menghalau kegelisahan dan tekanan yang mencoba menghampirinya. Hal itu dapat kita lihat pada ayat:

Mazmur 94:19, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”

Sementara Daud pernah melakukan hal sebaliknya. Ketika menghadapi tekanan yang berat, Daud tidak mengarahkan pandangannya kepada Tuhan. Ia tidak mengingat tangan Tuhan yang perkasa pernah menolongnya ketika menghadapi Goliath.

Ia tidak mengingat bagaimana tangan Tuhan menghalau musuhnya yang berlaksa-laksa dari hadapannya dan hal itulah yang membuat Saul iri hati sehingga ingin membunuhya.

Justru Daud membiarkan dirinya dikuasai tekanan itu yang mengakibatkan ia semakin gelisah dan kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Ketika Daud kehilangan pengharapan, ia mengambil tindakan sendiri dan tidak bertanya kepada Tuhan. Ia pergi ke daerah Gat dan berpura-pura menjadi orang gila. Itu dapat kita lihat pada ayat di bawah:

I Samuel 21:12-13, “Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu. Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.”

Syukurlah karena Daud tidak meneruskan perbuatannya itu, sebab bisa saja ia menjadi gila benaran jika meneruskannya. Pada pasal selanjutnya dari kitab I Samuel, kita akan menemukan bahwa Daud kembali mengarahkan pandangannya dan berharap kepada Tuhan.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah Jangan biarkan tekanan dan kegelisahan menguasai kita. Ketika tekanan dan kegelisahan datang, ingatlah perbuatan ajaib Tuhan yang pernah terjadi dalam hidup kita dan berharaplah pada-Nya, maka penghiburan yang dari Tuhan akan menenangkan jiwa kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

Oleh Nelson Saragih
Sumber : www.renungan-kristen.com/renungan-harian-kristen
Foto : ayahkita.blogspot



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Dec 08 2016 01:40 AM
Our Visitors :893549
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT