bg lower
INDAHNYA SEBUAH PENGORBANAN

Kemeriahan menyambut Natal sudah terasa di mana-mana, bahkan di negara Filipina
yang mayoritasnya adalah Katolik telah merayakan Natal mulai dari tanggal 16
Desember sampai 24 dengan cara yang unik, yakni merayakan misa subuh; Misa ini
dinamai "Misa de Gallo" yakni novena Natal selama 9 hari menjelang kelahiran
Yesus. Meskipun demikian, atas keputusan Gereja Partikular (KWI-nya Filipina),
umat Katolik diizinkan untuk merayakan Natal pada perayaan Misa novena ini, yang
dirayakan serentak pada jam 4 pagi, yang disertai dengan nyanyian "Gloria".
Rasanya hati memberontak dan pikiran dipusingkan dengan caranya mereka merayakan
Natal seperti ini, tapi Gereja Universal juga memberi izin dalam hukumnya kepada
para uskup untuk menentukan dan menyesuaikan perayaan-perayaan gerejani dengan
adat dan kebiasaan setempat (gereja partikular).

Hari ini Bunda Gereja menawarkan sebuah bacaan Injil yang indah dari Mat 1:18-24
tentang kisah kelahiran Yesus Kristus sebagai Almasih/Mesias. Dua tokoh utama
yang pantas untuk dicontohi dalam cara beriman adalah MARIA dan JOSEP. Maria,
seorang gadis desa yang lugu, harus menerima sebuah tawaran cinta Allah yang
bukan hanya menyiksa batin dan jiwanya sebagai seorang gadis perawan desa, tapi
juga menyengsarakan raga sebagai akibat derita batin. Bagaiman mungkin ia bisa
hidup dengan tenang jika dalam kenyataannya "ia telah hamil" tanpa seorang
laki-laki pun di desanya Nazareth yang mengakui sebagai suaminya? Apakah Maria
berharap bahwa Joseph, tunangannya akan menerima kehamilannya yang aneh seperti
ini? Kiranya Maria tahu diri untuk tidak berharap belas kasihan Josep. Demikian
pun suara cibiran dan cemohan teman-teman sebaya, cerita-cerita miring para
tante muda turut menjadi pisau silet yang siap mengiris hati dan nubari dara
muda Maria. Apa yang hendak diperbuat oleh Maria sebagai tindakan pembelaan?
Mengatakan bahwa "ROH KUDUS" adalah penyebab kehamilannya, sungguh menjadi
sesuatu yang "aneh", setidak-tidaknya dalam akal sehat anak manusia. Lain derita
Maria, lain pula derita Joseph, tunangannya. Joseph masih sangat normal sebagai
seorang laki-laki untuk menolak Maria sebagai "penutup lubang aib" yang telah
dibuat oleh Maria. Cintanya telah dikhianati oleh wanita pujaannya dan ini
sungguh sebuah tikaman maut pada ketahanan hati seorang lelaki sejati. Apa yang
kurang dari Joseph sebagai seorang lelaki pada zamannya? Bukankah ia memelihari
wanita pujaannya sehingga tetap disebut "dara muda dari Nazareth?" Tapi,
"kehamilannya" sungguh meruntuhkan ketulusan dan kujujuran hatinya untuk percaya
akan cinta sejati. Kehamilan Maria telah menghancurkan impian-impian indah yang
telah dirajut bersama. Karena itu bagi Josep, daripada muncul banyak lagi dosa
di dalam pikiran, dan bisa saja terekspresi dalam tindakan yang tidak terpuji
maka jalan terbaik adalah "biarlah wanita pujaan hatinya" jatuh dalam pelukan
dia yang telah menghamilinya. Pergilah menikmati kebahagian bersama dia yang
telah kau pilih dan biarlah aku di sini merana dengan sebuah cinta dan hati yang
terluka, demikianlah jeritan hati Joseph. Pemutusan hubungan pun menjadi jalan
terindah untuk sebuah penghormatan terhadap keluhuran cinta.

Lukisan derita Maria dan Josep di atas bukan sebuah khayalan tapi sebuah
pengalaman nyata. Pertanyaan untuk direnungkan harus dirumuskan seperti ini;
"Kenapa dan untuk apa, serta untuk siapa mereka harus berkorban?" Ternyata,
pengorbanan mereka lahir sebagai sebuah ungkapan kedalaman cinta kepada Dia Yang
memberikan kehidupan kepada mereka. Jawaban mereka untuk berani menanggung
derita jiwa dan raga ini lahir sebagai ungkapan iman yang tulus dan kepasrahan
yang total kepada Dia, Yang merencanakan keselamatan, yakni Allah Yang terluka
akibat dosa manusia, namun IA jugalah yang bernisiatif untuk mendamaikan
Diri-Nya dengan manusia yang melukai Hati-Nya dengan dosa-dosa mereka. Sungguh,
rancanangan-Ku bukan rancanganmu. Oleh karena itu, jika Maria dan Josep mau
berkorban karena pasti dicela dan dicemooh oleh teman-teman sebaya dan seluruh
isi kampung Nazareth, maka mereka belajar dari Allah mereka yang berkorban untuk
nantinya mati demi mereka yang berdosa terhadap-Nya.

Ketabahan Maria dan Josep untuk menanggung derita jiwa dan batin adalah sebuah
pengorbanan. Merefleksikan cinta dan pengorbanan keluarga Nazareth yang luar
biasa itu, muder Teresa dari Kalkuta membuat sebuah kesimpulan indah tentang
cinta: "Cinta sejati adalah tindakan mencintai sampai terluka." Muder Teresa
belajar dari Sang Pencinta bahwa "Cinta sejati bukan pertama-tama terletak pada
kata-kata indah penyejuk hati, melainkan pada "salib" yang menjadi lambang
penderitaan, namun yang dapat menghasilkan cinta yang tanpa syarat. Karena itu,
bila kita renungkan tentang pengorbanan Maria dan Josep dalam sejarah
keselamatan manusia, maka kita akan mengatakan; Wow, sungguh, mereka telah
berkorban untuk orang lain dengan sebuah cinta yang tanpa pamrih, yang tak
bersyarat, dan keselamatan dari pengorbanan mereka itulah yagn sekarang saya
nikmati, walaupun saya selalu mengeluh bila ada yang masih kurang. Syarat cinta
adalah mencintai. Pengorbanan Maria dan Josep menjadi indah bukan karena apa
yang mereka terima secara pribadi, tapi apa yang diterima oleh semua manusia
dari hasil pengorbanan mereka. Kita bisa saja berkorban untuk diri sendiri, tapi
berkorban untuk orang lain, pasti kita akan bertanya; Untuk apa, siapa dia dan
apa untungnya.

Aku hanya berharap lewat tulisan berserakan ini agar kita pun meneladani sikap
Maria dan Josep dalam "tindakan memberi diri" dan itulah cinta dalam arti yang
sesungguhnya. Cinta yang mendasari sebuah tindakan pengorbanan dan pengorbanan
yang menjadi ungkapan nyata sebuah cinta yang tak bersyarat. Karena itu, aku
hanya mau mengatakan bahwa "BERKORBAN TIDAK PERNAH MENJADI MOMENT DI MANA KITA
HARUS KEHILANGAN SESUATU DALAM HIDUP DAN DALAM DIRI KITA, MELAINKAN MOMENT DI
MANA ANDA HANYA MEMBERIKAN SESUATU DARIMU SEBAGAI MILIKMU KEPADA MEREKA YANG
MEMBUTUHKAN SESUATU, DAN BERSYUKURLAH BAHWA BARANG ITU ADALAH MILIKMU.
Melepaskan apa yang Anda miliki adalah kekosongan yang memberi ruang bagi Allah
untuk mengisinya dengan kelimpahan rahmat-Nya.

Salam seorang sahabat untuk para sahabat,

Romo Inno

sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:25 PM
Our Visitors :894301
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT