bg lower
PM Malaysia diajak ikut dialog
<28 Desember 2010>

Uskup Agung Kuala Lumpur Mgr Murphy Pakiam meminta Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak untuk ikut dalam dialog antaragama bersama badan-badan lintas agama yang terdiri dari agama-agama besar non-Muslim.

Ketika berbicara dalam sebuah acara silahturami Hari Natal yang diselenggarakan oleh Malaysian Christian Association, Uskup Agung Pakiam menghimbau Najib untuk bertemu secara regular dengan para tokoh MCCBCHST (Malaysian Consultative Council of Buddhism, Christianity, Hinduism, Sikhism and Taoism) untuk bisa memberi umpan balik (feedback) terhadap berbagai isu antaragama.

Sangat sering, MCCBCHST mengeluarkan pernyataan dan mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintah untuk membahas berbagai isu yang berdampak pada komunitas-komunitas non-Muslim di Malaysia. Dari total populasi Malaysia, 40 persen adalah anggota berbagai komunitas non-Muslim.

Dalam berbagai pernyataan yang berisi keprihatinan terhadap kelompok-kelompok non-Muslim yang dikeluarkan MCCBCHST, pemerintah biasanya tidak mempedulikannya, demikian kata berbagai sumber kepada ucanews.com.

Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini di situsnya, MCCBCHST mengangkat isu tentang anak-anak non-Muslim yang dijadikan Muslim oleh salah satu orangtuanya tanpa diketahui dan disetujui oleh orangtuanya yang lain.

Lima warga Malaysia, semuanya beragama Hindu, “harus melawan orang-orang pemerintah yang bertindak sebagai penguasa agama Islam di Malaysia dan melawan para pengacara dari Attorney General’s Chambers yang berargumentasi bahwa kasus tersebut harus dibawa ke Pengadilan Syariah (padahal yang mengajukan kasus ini adalah non-Muslim) untuk menuntut hak konstitusional warga negara mereka dalam membesarkan anak-anak sesuai agama orangtua,” demikian MCCBCHST.

Pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua MCCBCHST Pendeta Thomas Philips itu diakhiri dengan perkataan, “kami akan berdoa dan mencari jalan keluar melalui berbagai cara hukum untuk menuntut keadilan terhadap berbagai kesalahan yang dilakukan dengan sedemikian bangganya tanpa dikenai hukuman apapun.”

Selama tahun 2010, sejumlah isu menimbulkan ketegangan antara mayoritas Muslim Malaysia dengan para penganut agama-agama lain.

Termasuk dalam isu-isu tersebut, antara lain, kasus pengadilan kontroversial tentang penggunaan kata “Allah” oleh orang Kristen berbahasa Melayu. Isu ini menimbulkan berbagai serangan berupa pembakaran dan pengrusakan terhadap sejumlah tempat ibadah.

Ketegangan dan serangan-serangan tersebut ditanggapi dan diperdebatkan pertama kali oleh Committee for the Understanding and Harmony Among Religious Adherents yang dibentuk oleh Kabinet, namun nama komisi ini diubah karena tuntutan para tokoh Islam, dan akhirnya perdebatan pun terhenti.

Sebelumnya, Kabinet juga memutuskan untuk memprakarsai pengesahan sebuah Rancangan Undang-Undang Pindah Agama (“conversion bill”) untuk menyelesaikan berbagai isu penting tentang perpindahan agama non-Muslim menjadi Muslim, namun prakarsa ini juga terhenti.



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 09:52 AM
Our Visitors :892323
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT