bg lower
Penguburan mahal, umat Katolik di Vietnam pilih kremasi

Maria Nguyen Thi Phuong Kim, seorang Katolik Vietnam, pernah berpikir bahwa orang mati harus dikuburkan di pemakaman dan tidak dikremasi karena kremasi dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati orang yang meninggal.

Namun pikirannya berubah.

“Kremasi sekarang lebih disukai karena biaya penguburan sangat tinggi,” kata Kim, 70, sambil menambahkan bahwa biaya penguburan di pemakaman pribadi sedikitnya 20 juta dong (US$ 1.000) per orang dan dengan risiko akan dibersihkan di kemudian hari.

Kim bercerita bahwa setelah tahun 2008, ketika penguburan dilarang di pemakaman terbesar di Ho Chi Minh City, banyak umat Katolik setempat terpaksa menggali tulang belulang dari keluarga mereka, mengkremasinya, dan mamasukkan abunya di untuk disimpan di columbarium di paroki.

Dengan biaya hingga lima juta dong (US$ 256) per guci, Kim mengatakan, keluarganya telah mengkremasi tulang belulang dari empat anggota keluarganya dan disimpan di columbarium Gereja Tan Viet. Di sana, umat Katolik setempat dapat menghadiri Misa bulanan khusus untuk orang yang telah meninggal.

Maria Nguyen Thi Thanh Thien, 58, mengatakan enam anggota keluarganya yang telah meninggal juga dikremasi dan abunya ditempatkan di columbarium Gereja St. Nguyen Duy Khang.

“Kami lebih suka mengisi abu saudara-saudara kami dalam guci untuk ditempatkan di columbarium karena dengan begitu kita dapat mengunjungi dan berdoa di depan mereka setiap hari di bulan November dan pada setiap saat sepanjang tahun,” tambah Thien. Gereja Katolik mendedikasikan bulan November sebagai bulan untuk menghormati sanak sauadara yang telah meninggal.

Dia mengatakan, keluarganya akan menghadap kesulitan jika sanak saudara yang telah meninggal dikuburkan di pemakaman setempat, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari rumahnya.

Pastor Joseph Nguyen The Manh dari Gereja Nguyen Duy Khang mengatakan columbarium paroki dimaksud untuk mengganti penguburan di pemakaman karena Ho Chi Minh City sekarang tidak memiliki lahan kosong akibat urbanisasi.

Pastor Manh mengatakan, columbarium dengan kapasitas 400 guci tersebut dibangun tahun 1997. Biaya setiap guci sebesar 400.000 dong (US$ 20).

Baru-baru ini, banyak columbarium dibangun di pekarangan Gereja lokal karena Katolik di kota metropolis di Vietnam selatan melihat hal itu sebagai sebuah alternatif yang memudahkan mereka untuk mengunjungi sanak saudara mereka yang telah meninggal tanpa biaya tinggi seperti jika dikuburkan di pemakaman biasa.

Oleh Reporter ucanews.com, Ho Chi Minh City, Vietnam
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Feb 28 2017 05:49 AM
Our Visitors :910250
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT