bg lower
Pemerintah akui peran penting Gereja Katolik

UCANews - Pemerintah Indonesia mengakui peran penting Gereja Katolik sebagai rekan kerja pemerintah dalam mencapai kesuksesan pembangunan nasional.

“Pemerintah tidak saja menghormati Gereja Katolik tapi juga menganggapnya sebagai salah satu komponen bangsa yang memberi sumbangan besar pada pertumbuhan sosial ekonomi, politik, budaya dan agama,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada pembukaan SAGKI 2010.

Sekitar 500 Religius, awam termasuk 42 uskup hadir pada Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia ke-3 di Bogor, Jawa Barat, yang berlangsung tanggal 1-5 November.

Suryadharma meminta kepada Gereja Katolik untuk merefleksikan isu-isu kekerasan, terorisme, dan bencana alam karena kaum Religius mempunya peran penting dalam mencari solusi atas permasalahan yang ada.

“Pemerintah berharap Gereja akan terus membantu menyelamatkan bangsa dengan nilai-nilai agama,” kata Suryadharma.

Ia juga mengajak Gereja katolik untuk mengembangkan budaya dialog baik dengan pemerintah maupun pemeluk agama lain atas dasar persaudaraan untuk mengatasi berbagai permasalahan di tanah air.

“Banyak hal yang harus kita benahi dan koreksi, apalagi dinamika kehidupan sosial dimana perubahan tidak dikuti dengan pemahaman kita,” kata Menag

Ia juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya sidang agung tahun ini, dan berharap Gereja Katolik Indonesia terus berkontribusi dalam membangun dan menyelamatkan bangsa ini dengan tuntunan nilai-nilai agama dan ikut aktif bersama umat agama lain.

“Kesalahpahaman yg muncul terkadang membuat kita sesat di jalan yang terang… tersesat di tengah kebebasan.. tersesat memahami kebebasan itu sendiri. Ini semua yang harus kita perhatikan,” lanjut Suryadharma.

Menag juga melaporkan bahwa jumlah umat dan perbandingan jumlah tempat ibadah terus bertambah. Dari tahun 1997-2004 , jumlah masjid naik 64 persen, gereja Kristen 131 persen, gereja Katolik tumbuh 153 persen, 368 persen untuk Hindu, dan 475 persen untuk Buddha.

Sebagai tanggapan, Uskup Martinus Dogma Situmorang OFMCap, ketua presidium KWI mengatakan, Gereja Katolik akan terus mendukung pemerintah, kecuali kalau pemerintah tidak tegas menjaga keutuhan bangsa, dan tidak melindungi martabat dan peran setiap warga negara.

“Kami juga berdoa agar pemerintah melayani semua masyarakat tanpa ada yang merasa tersingkir dan tanpa kesejahteraan,” kata Mgr Situmorang.

Ia mengatakan, dalam sidang agung kali ini Gereja mau mempertegas eksistensinya di tengah masyarakat.

“Kita menja pembawa perdamaian dan persaudaraan di tengah masyarakat. Kita mewartakan nilai-nilai kehidupan. Gereja ada bukan untuk dirinya tapi untuk dunia.”

(Konradus Epa, Caringin)
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Dec 08 2016 01:42 AM
Our Visitors :893590
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT