bg lower
Pekerja Gereja bantu pengungsi Myanmar

Pekerja Gereja bergegas memberi bantuan kemanusiaan bagi ribuan masyarakat Myanmar yang mengungsi ke Thailand untuk mengindar dari pertempuran antara militer dan kelompok milisi warga suku.

“Masyarakat Myanmar merasa tidak aman menetap di Myanmar karena jumlah korban di perbatasan bagian Myanmar tidak dikonfirmasi,” kata Suree Vinitchop, kepala sekolah Santhawamaitri Suksa yang dikelola para suster St. Paul de Chartres di Mae Sot.

“Kekerasan juga sudah melewati perbatasan dan masuk ke bagian Thailand,” kata perempuan itu.

Pertempuran terjadi pada 8 November antara tentara Myanmar dengan para pemberontak yang berasal dari Suku Karen, kelompok etnis minoritas yang merebut kantor-kantor pemerintah di Myawaddy, di perbatasan Myanmar-Thailand.

Kekerasan justru terjadi sehari setelah pemilihan umum pertama dalam 20 tahun terakhir yang diselenggarakan oleh diktator militer.

Suree memimpin sebuah tim Katolik untuk membawa bantuan pada 9 November bagi warga sipil Myanmar yang melarikan diri ke Thailand.

“Warga desa yang hidup beresiko di wilayah perbatasan bagian Thailand itu dievakuasi ke daerah yang lebih aman,” katanya, sambil menambahkan bahwa mereka berencana memberi bantuan lain setelah mempelajari situasi lebih lanjut.

Menurut berita di media Thai, sedikitnya 10 orang, termasuk warga desa Thailand dan Myanmar, terluka ketika menginjak ranjau darat yang ditanam di wilayah Thailand.

Karena pertempuna sengit, sedikitnya 20.000 warga Myanmar, umumnya etnis Karen, melewati perbatasan untuk masuk ke Thailand. Mereka diizinkan u7ntuk untuk berlindung di unit Polisi Patroli Perbatasan di Mae Sot, wilayah perbatasan bagian Thailand.

Pastor Rangsipol Plienphan, sekretaris Keuskupan Nakhon Sawan, yang mencakup Distrik Mae Sot, mengatakan bahwa dia akan memberi bantuan segera setelah dia mendapat informasi tangan pertama tentang situasi tersebut.

“Masyarakat Myanmar kini memasuki daerah kita karena ada laporan bahwa pertempuran akan semakin sengit.” Jika mungkin, saya harap ada negosiasi sehingga para pengungsi dipastikan akan kembali lagi ke negara mereka.”

Thailand masih menampung sekitar 110.000 pengungsi Myanmar di sembilan kamp sepanjang perbatasan. Beberapa dari mereka telah berada di tempat-tempat penampungan itu lebih dari dua dekade.

Oleh Vorapoj Singha, ucanews.com, Bangkok, Thailand
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 09:50 AM
Our Visitors :892286
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT