bg lower
Paus Benediktus Makan Siang dengan Kaum Papa

Hanna Meinita - Okezone

LASAGNA, daging sapi muda dan kue merupakan menu makan siang dari Paus Benediktus XVI pasca hari Natal, di hari Minggu 26 Desember.

Saat itu, Paus Benediktus mengundang 250 orang miskin dan mencela “keabsurdan” serangan terhadap umat Kristen di dunia. Juga diundang 250 biarawati, frater, pastur dari Mother Teresa Missionaries of Charity, yang menjalankan dapur umum di Kota Roma.

Tahun lalu, Paus Benediktus berkunjung ke dapur umum Roma untuk membagikan sup ke kaum miskin pada makan siang setelah Natal. Tahun ini, dia ingin mengunjungi mereka di rumahnya untuk memberi penghormatan kepada Bunda Teresa, yang tahun ini merayakan seratus tahun kelahirannya.

Pada jamuan makan siang yang diadakan di hall utama Vatikan, Paus Benediktus menjelaskan kepada para tamunya tentang kebajikan Bunda Teresa, yang mengabdikan hidupnya untuk melayani orang sakit dan miskin.

“Untuk mereka yang bertanya kenapa Bunda Teresa terkenal, jawabannya sangat mudah. Dia menjalani hidupnya dalam kesederhanaan dengan cara tersembunyi, karena kasih Tuhan dan kasih kepada Tuhan,” ujarnya.

Sebelum makan, Paus Benediktus menyampaikan berkatnya, yang biasa disampaikan pada hari Minggu, dari balkon rumahnya. Paus mengecam serangan di hari Natal terhadap umat Kristen di Filipina dan Nigeria serta aksi bunuh diri di Pakistan yang menewaskan 45 orang di sebuah pusat bantuan.

”Sekali lagi, bumi ini ternoda oleh darah,” keluhnya.

Sebuah bom meledak saat Misa Natal Misa di sebuah kapel markas polisi di Filipina Selatan, dan melukai seorang imam dan 10 umat. Juga pada hari Natal, enam orang tewas di dua gereja di Nigeria Utara, karena diserang anggota sekte Muslim.

”Saya menyatakan belasungkawa yang dalam kepada korban kekerasan dan kembali, saya meminta agar semua orang meninggalkan cara-cara kebencian dan mendapatkan solusi damai untuk mengatasi konflik. Sehingga semua orang dapat hidup dalam damai dan aman,” ujarnya.

Dalam pesan yang disampaikan hari Minggu setelah Natal, Paus Benediktus mengatakan, kelahiran Yesus merupakan isyarat. Menggarisbawahi penolakannya terhadap pernikahan gay dan aborsi, Paus menekankan bahwa setiap anak layak mempunyai seorang ayah dan ibu yang mencintai mereka.

“Inilah yang memberikan keamanan kepada anak-anak dan saat mereka tumbuh, memungkinkan mereka menemukan arti hidup,” pungkasnya.

(uky)
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Dec 08 2016 01:40 AM
Our Visitors :893553
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT