bg lower
Agama tolak “RUU Perjudian”

Sebuah rancangan undang-undang kontroversial akhirnya disahkan di tengah penolakan dari para tokoh agama dan aktivis masyarakat.

“Perjudian itu bertentangan dengan prinsip setiap agama,” kata Kardinal terpilih Malcolm Ranjith dari Kolombo.

Pada 10 November, parlemen Sri Lanka mensahkan RUU Perjudian (Gaming Special Provisions Bill), yang akan melegalkan perjudian di daerah-daerah yang telah ditentukan. Pengesahan itu disetujui oleh mayoritas parlemen dan para menteri pemerintah mengatakan bahwa RUU tersebut disahkan untuk meningkatkan industri pariwisata di Sri Lanka.

Namun Kardinal terpilih Ranjith, ketua Konferensi Waligereja Sri Lanka mengatakan, “Kita putuh kepastian bahwa pengesahan itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar agama yang merupakan hal penting di negeri ini.”

Para pemimpin agama Budha juga mengungkapkan keprihatinan serupa. Jathika Hela Urumaya, partai politik besar para biksu di parlemen yang diketahui pro-pemerintah, kini berpikir sebaliknya.

Yang Mulia Biksu Athuraliye Ratana Thera mengatakan, “Pemerintah agaknya akan melegalkan pusat-pusat perjudian … Ada hal-hal yang tidak jelas dalam RUU tersebut.”

Menurut Menteri Nimal Siripala De Silva, tidak ada tokoh agama maupun pemimpin pemerintahan yang bisa melenyapkan perjudian secara sempurna, bahkan di negara-negara yang memiliki fungsi kontrol yang sangat kuat dari pihak agama.

Dengan memanfaatkan cela-cela hukum, perjudian melalui berbagai kasino dan pacuan kuda telah berjalan di negeri ini selama puluhan tahun.

Oleh Reporter ucanews.com, Kolombo, Sri Lanka
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Feb 28 2017 05:47 AM
Our Visitors :910224
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT