bg lower
PAPUA
Uskup Agung Merauke bantah kerja sama investor

Konradus Epa, Jakarta

UcaNews (17/01) - Uskup Agung Merauke membantah tuduhan bahwa ia memaksa masyarakat untuk menerima proyek kontroversial. Ia mengatakan dirinya tidak pernah bekerja sama dengan investor manapun.

“Sejauh yang saya tahu dan ingat, kepala pemerintahan setempat, anggota dewan, pegawai pemerintahan dan beacukai serta tokoh agama tidak pernah duduk bersama membahas hal-hal penting terkait investor,” kata Uskup Agung Merauke Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC dalam surat yang dikeluarkan 12 Januari.

Yang ia tahu, katanya, hanya mendengar bahwa Merauke akan dijadikan kota agro-politan, agro-travel dan agro-industrial pada tahun 2006. Setelah itu wilayah itu dipilih untuk menjadi lokasi proyek perkebunan.

“Apa saja programnya, siapa yang terlibat, lembaga mana saja yang menjalankan proyek tersebut, …semuanya tidak jelas bagi saya,” lanjutnya.

Pada aksi bulan November, Diana Gebze, ketua Sorpatom (Soldaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE), mengatakan uskup agung bertanggungjawab atas penderitaan warga Papua yang ditimbulkan karena ia memaksa mereka menerima proyek dan investor asing.

MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate), merupakan sebuah proyek konversi 1,6 juta hektare lahan milik warga Malind menjadi lahan agro-industrial dan pabrik biofuel untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Kelompok oposisi menilai proyek ini mengancam kehidupan warga Papua, ketahanan pangan dan budaya.

Akan tetapi, “Saya memahami dan mendukung kehadiran investor,” kata Mgr Seputra.

Menurut dia pemerintah Merauke membutuhkan banyak investor karena mereka tidak bisa bekerja sendirian dalam membangun masyarakat.

Uskup Agung Seputra menegaskan bahwa ia tidak pernah bertemu apalagi bekerja sama dengan para investor karena pada tanggal 1-18 November lalu ia menghadiri rapat para uskup dan ulang tahun ke-40 Keuskupan Agats-Asmat pada 19-23 November.

“Saya batu tiba kembali di Merauke pada sore hari tanggal 25 November,” katanya.

Mgr. Seputra lahir di Purwokerto pada 6 Desember 1959. Ia ditahbiskan imam pada 1 Februari 1989 dan pada 25 Juli 2004 ia ditahbiskan menjadi uskup. Kemudian Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Uskup Agung Merauke pada 7 April 2004.
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:26 PM
Our Visitors :894347
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT