bg lower
Orang-orang Gereja diamati
<09 Desember 2010>

Pada 8 Desember, para pejabat pemerintah mengamati orang-orang penting Gereja di Katedral Cangzhou (Xianxian). Di sana, Uskup Joseph Li Liangui masih tidak kelihatan.

Berita tentang pengamatan itu muncul ketika Eighth National Congress of Catholic Representatives yang berlangsung di Beijing memasuki hari keduanya.

Sebuah situs Katolik di Cina daratan melaporkan bahwa ada 314 wakil yang menghadiri kongres tersebut, termasuk 45 uskup, 158 imam, 24 suster, dan 87 umat awam. Menurut laporan Kantor Agama pada 7 Desember, 341 peserta termasuk 64 uskup adalah orang-orang yang memenuhi syarat menjadi representasi dalam kongres tersebut.

Sumber-sumber Gereja memberi konfirmasi kepada ucanews.com bahwa Uskup Auksilier Shanghai Mgr Joseph Xing Wenzhi bergabung dengan 44 uskup dalam kongres tersebut. Namun, Uskup Li masih belum kelihatan, kata seorang peserta.

Sebelum pertemuan, sementara orang berspekulasi bahwa Uskup Xing, yang terkenal karena sangat ketat dengan aturan-aturan Gereja, tidak akan hadir.

Pertemuan itu menegaskan kembali “prinsip-prinsip Gereja yang independen, otonomi, dan mandiri serta pedoman dalam mengurus Gereja secara demokratik.”

China Central Television milik pemerintah juga melaporkan tentang pembukaan kongres tersebut. Namun Uskup Li tidak terlihat dalam tayangan video 27 detik itu.

Uskup Li menghilang lebih dari dua pekan sejak terakhir kelihatan dalam pentahbisan uskup secara ilegal di Chengde pada 20 November. Sejumlah imam diosesan percaya bahwa dia ditahan, atau tidak ingin bertemu dengan para imam dan umat.

Namun pada 6 Desember, puluhan pejabat kantor agama dan aparat kepolisian datang ke Katedral Xianxian dan memberi “ultimatum” untuk menekan para imam agar menyerahkan uskup tersebut. Pada hari yang sama, para representatif dari seluruh Cina tiba di Beijing untuk mendaftarkan diri sebagai peserta sidang pleno yang berlangsung 7-9 Desember itu.

Vikjen Pastor Daniel Yang Quan’en, Penasehat Hukum Pastor Joseph Yu Rusong, dan dua imam lain yang bekerja di wisma keuskupan diciduk dan diinterogasi untuk mencari informasi tentang keberadaan Uskup Li. Mereka diberi peringatan bahwa jika uskup tersebut tidak ditemukan, maka keluarga uskup tersebut dan keuskupan akan menghadap masalah.

Pada hari berikutnya <7 Desember>, para aparat pemerintah itu menyerobot masuk ke kediaman uskup dan menginterogasi para penjaga pintu dan orang-orang di dapur.

Mobil-mobil polisi terus berpatroli di sekitarnya. Gerak semua orang di lingkungan katedral itu dibatasi. Bahkan para suster harus memperlihatkan kartu identitasnya jika keluar, demikian berbagai sumber.

“Langkah seperti itu menciptakan suasana yang tidak harmonis dan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar,” kata sebuah sumber.

Hingga hari ini, “beberapa aparat, namun semakin berkurang” ditempatkan di sana untuk mengamati para imam.



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 09:52 AM
Our Visitors :892321
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT