bg lower
Natal Suram bagi Kristen IrakSenin, 20 Desember 2010 IRBIL – . Kondisi tidak stabil membuat umat Kristen di Irak mulai mempertimbangkan mengungsiKekhawatiran memuncak di kalangan umat setelah pertumpahan darah di gereja Our Lady Salvation, pada 31 Oktober lalu. Pengeboman yang terjadi sembahyang Misa itu membuat umat Kristen berduka. Setelah serangan ini, umat Kristen di Irak, yang setua agama itu, melarikan diri setelah kaum ekstrimis Sunni memandang mereka sebagai orang kafir dan agen Barat. Umat Kristen di Irak mendekati Natal paling suram sejak invasi yang dilakukan Amerika Serikat pada 2003. Mereka bertanya-tanya apakah masih memiliki masa depan di tanah air sendiri.Umat Kristen terus menerima kekerasan dan pelecehan sejak 2003, ketika perdamaian antaragama yang ditegakkan Saddam Hussein, berantakan. Tetapi, serangan terhadap Our Lady of Salvation, yang menewaskan 68 orang, menjadi titik kritis yang mendorong mereka melarikan diri ke utara ke daerah Kurdi. Mereka juga mencari suaka di Amerika Serikat dan tempat lain.Yang berbeda kali ini, mereka lebih berani. Orang bersenjata berani menerobos ke gereja, para pengebom mengetahui dengan baik rumah penganut Kristen untuk menjadi sasaran bom, dan mengumumkan di dunia maya bahwa Al Qaeda bertanggung jawab atas serangan di gereja dan bersumpah melakukan kampanye kekerasan terhadap umat Kristen di mana pun berada. Salah satu yang selamat, Ban Daub (51) bercerita, hampir tidak selamat dari serangan. Dia dan keponakannya sedang berdoa saat mendengar ledakan. Mereka melarikan diri sebelum lima penyerang menyerbu masuk. Jika Ban berhasil menyelamatkan diri, tidak dengan teman-temannya. Seorang tetangganya meninggal sambil memeluk putra dan putrinya.Hari berikutnya, bom meledak di luar rumah seorang Kristen di Baghdad. Daub dan keluarganya mengemas barang dan pergi menuju ke distrik Kristen, Ainkawa, di kota Irbil Kurdi.“Kami mengkhawatirkan anak-anak kami. Tidak ada kehidupan di Baghdad untuk orang-orang Kristen,” katanya seperti dikutip Washington Post, Senin (20/12/2010).Sejak 2003, tidak ada kelompok agama atau etnis di Irak yang luput dari kekerasan. Puluhan ribu tewas dalam pengeboman dan pertempuran di jalan antara minoritas Sunni dan Syiah. Tapi tidak seperti kaum minoritas lainnya, umat Kristen tidak memiliki pengaruh politik atau milisi bersenjata.Sebelum serangan terhadap gereja, ribuan orang Kristen melarikan diri ke luar negeri. Badan PBB untuk Pengungsi, UNHCR, mencatat sejak serangan terhadap gereja, sebanyak 1.000 keluarga melarikan diri ke utara. Peningkatan terjadi pada orang yang tiba di Suriah, Yordania dan Libanon serta yang meminta bantuan ke UNHCR.Belum diketahui dengan pasti jumlah penganut Kristen di negara dengan jumlah penduduk 29 juta itu. Sebuah laporan Departemen Luar Negeri AS menyebutkan, para pemimpin Kristen memperkirakan jumlahnya 400.000 hingga 600.000 orang, turun dari jumlah sebelum perang yang diperkirakan 1,4 juta orang.(fmh)
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Mar 28 2017 03:16 PM
Our Visitors :917488
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT