bg lower
Napi butuh pendampingan rohani secara intensif12/04/2012 Sekitar 300 narapidana (Napi) narkotika beragama Katolik dan Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta, berharap, ada pendampingan yang intensif bagi mereka.Karena itu, mereka antusias menyambut kedatangan Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo yang merayakan Misa Paskah bersama mereka kemarin.“Kehadiran Bapak Uskup merupakan sesuatu istimewa bagi kami. Apalagi, dia adalah pemimpin Gereja Katolik,” ujar Melky M Paruntu, koordinator para napi.Menurutnya, sebagai warga binaan, mereka membutuhkan pendampingan dan penyegaran spiritual mereka di LP.“Di sini kami sedang menata kembali hidup kami. Dan, perhatian banyak pihak, termasuk Gereja ikut memotivasi kami untuk bisa menghadapi situasi saat ini dan nantinya bisa berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.Ia juga menambahkan, di LP mereka berupaya mengembangkan kreativitas seperti membuat barang-barang kerajinan dan bermain drama, salah satunya, drama tentang penderitaan dan kebangkitan Yesus yang mereka tampilkan kemarin.Seorang napi lain Yohanes Theo Oktavianus yang beragama Kristen dan sudah satu setengah tahun mendekap di LP mengaku, “Merayakan Paskah bersama teman-teman Katolik adalah hal yang menyenangkan. Di sini kami bisa hidup bersaudara. Seolah-olah tidak ada perbedaan di antara kami.”Kedatangan prelatus dalam acara ini difasilitasi oleh sebuah kelompok kategorial Komunitas Kasih Tuhan (KKT), yang secara khusus mengadakan pendampingan di sejumlah LP di Jakarta.Komunitas ini yang merupakan bagian dari kelompok kategorial di keuskupan agung Jakarta mengemban misi, meningkatkan pelayanan Gereja Katolik bagi mereka yang dipenjara dan menjawab kebutuhan akan pelayanan rohani maupun jasmani dari orang-orang yang sedang dalam penjara maupun anggota keluarganya.Seorang anggota KTT, Ibu Indi, menjelaskan, KTT mengadakan pendampingan rohani secara rutin dua kali sebulan di LP Cipinang dan juga di LP lain di Jakarta. Mereka selalu merayakan Misa dan mengadakan Ibadat Sabda bila tidak ada imam.Menurut Uskup Agung Suharyo, karya yang dilakukan KKT mewakili Gereja yang hendak mengamalkan ajakan Yesus untuk mengunjungi mereka yang ada di penjara, seraya mengutip kata-kata Yesus, “ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku” (Mat 25:36).Kepada para napi, ia berpesan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk membarui diri.“Paskah mengajak kita untuk bangkit. Anda semua diharapkan juga mewujudkan hal itu. Manfaatkan masa pembinaan ini dengan sebaik-baiknya. Yang dibutuhkan adalah perubahan. Dan, persis, merayakan Paskah adalah juga ungkapan syukur kita akan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.”Ia pun berjanji, Gereja Katolik akan selalu berusaha memberi perhatian kepada narapidana. “Saya akan selalu bersedia untuk merayakan ekaristi di tempat ini, asal waktunya cocok”, tambah prelatus itu.Wakil dari LP Cipinang, Surya Barus mengungkapkan, pihak LP tentu saja membutuhkan bantuan pihak lain, termasuk Gereja dalam proses pendampingan narapidana.“Kami memiliki keterbatasan, karena itu kami membutuhkan kerja sama dengan pihak lain, juga Gereja,” ujarnya.Dalam kesempatan kunjungan ini, Uskup menerimakan sakramen babtis kepada tiga narapidana.Sumber : http://indonesia.ucanews.com
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Apr 27 2017 05:59 PM
Our Visitors :923080
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT