bg lower
Mengapa Perayaan Tahun Baru, 1 Januari?
Hanna Meinita - Okezone

“Selamat Tahun Baru!” Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun baru kuno
Perayaan tahun baru adalah perayaan tertua dari semua hari libur. Pertama kali dirayakan pada masa Babel Kuno sekitar 4000 tahun yang lalu. Pada 2000 SM, perayaan Tahun Baru bangsa Babilonia dimulai dengan Bulan Baru Pertama (lebih tepatnya bulan sabit pertama) setelah Vernal Equinox (hari pertama di musim semi).

Awal musim semi adalah waktu yang logis untuk memulai tahun baru. Setelahnya adalah musim kelahiran kembali, menanam tanaman baru, dan masa mekar. Di sisi lain, 1 Januari tidak memiliki makna astronomi maupun pertanian. Ini adalah murni kesewenangan.

Perayaan tahun baru Babel berlangsung selama sebelas hari. Setiap hari punya cara sendiri untuk merayakan.

Bangsa Romawi melanjutkan perayaan Tahun Baru pada akhir Maret. Tapi penanggalan mereka sering diganggu oleh para kaisar yang berkuasa sehingga penanggalan tidak sinkron dengan matahari.

Dalam rangka mengatur penanggalan dengan benar, Majelis Tinggi Romawi pada 153 SM, mendeklarasikan 1 Januari sebagai awal tahun baru. Tapi gangguan akan penanggalan terus dialami hingga pada 46 SM, Julius Caesar membuat sendiri penanggalan yang dikenal sebagai Kalender Julian.

Dia kembali menegaskan 1 Januari sebagai tahun baru. Tetapi untuk menyinkronkan penanggalan dengan matahari, Julius Caesar harus membiarkan tahun sebelumnya menjadi 445 hari.

Pandangan gereja soal perayaan tahun baru
Tahun Baru dirayakan sebagai perayaan sunat bayi Yesus Kristus oleh beberapa denominasi gereja. Meski pada abad pertama Masehi bangsa Romawi merayakan tahun baru, Gereja Katolik mengutuk perayaan ini sebagai kegiatan menyembah berhala. Tapi karena Kekristenan semakin luas, gereja mulai melakukan observasi secara Kekristenan.
Selama Abad Pertengahan, Gereja tetap menentang perayaan Tahun Baru. Tapi 1 Januari telah dirayakan sebagai hari libur oleh negara-negara Barat selama 400 tahun terakhir.

Ttadisi tahun baru
Tradisi lain pada tahun baru meliputi resolusi tahun baru. Tradisi itu juga sama dengan masa Babel Kuno. Resolusi yang paling populer pada Babel Kuno adalah mengembalikan peralatan pertanian yang dipinjam.

Tradisi menggunakan bayi untuk menandai tahun baru dimulai di Yunani pada 600 SM. Itu merupakan tradisi mereka untuk merayakan dewa anggur, Dionysus, dengan mengarak bayi dalam keranjang, yang mewakili kelahiran kembali sang dewa sebagai semangat kesuburan. Bangsa Mesir Kuno juga menggunakan bayi sebagai simbol kelahiran kembali.

Auld Lang Syne
Lagu “Auld Lang Syne” merupakan lagu yang paling banyak dinyanyikan pada pergantian tahun di setiap negara yang menggunakan Bahasa Inggris. Sebagian lagu ini ditulis Robert Burns pada 1700-an, dan pertama kali dipublikasikan pada 1796 setelah kematian Burns.

Lagu ini awalnya dinyanyikan sebelum 1700 yang kemudian menginspirasi Burns untuk membuat lagu yang modern. Lagu Skotlandia kuno, “Auld Lang Syne” secara harafiah berarti "sejak lama sekali", ‘masa lampau yang baik”.

(fmh)
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 09:49 AM
Our Visitors :892275
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT