bg lower
Laporan Sr TheresiaDampak lahar dingin MerapiKali Kuning, 23 Januari 2011Salam damai kasih Kristus,Para sahabat yang terkasih, akhirnya pada hari Kamis, 13 Januari 2011 sekitar pukul 15.00, para Frater Karmel kembali ke Malang setelah dijemput oleh Br Yohanes dan juga Br Marco O"Carm. Perpisahan yang cukup berat setelah kurang lebih 10 hari ke-9 Frater tersebut memberi warna dan membawa suasana baru di PPYK. Sepuluh hari kami lewati dengan tawa-canda, dalam segala kebersamaan : doa bersama, ekaristi bersama, bekerja bersama, makan bersama. Sepuluh hari cukup membawa suasana keakraban di antara kami dan kami sungguh bersyukur karena para Frater-pun sungguh dapat merasakan bahwa PPYK merupakan rumah mereka juga. Tanpa sungkan, tanpa malu, tanpa terlalu banyak basa-basi, mereka sungguh dapat menempatkan diri sebagai bagian dari keluarga besar PPYK. Hal ini membuat kami sungguh merasakan hangatnya persaudaraan yang menjadi semangat bagi seorang Karmelit. Ditambah lagi dengan kehadiran tiga Frater dari Xaverian yang pada saat bersamaan juga live-in di PPYK, maka di saat-saat seperti itu sangat terasa persaudaraan di antara kami. Dan sekarang ketika para Frater baik Karmel maupun Xaverian pulang, PPYK kembali kepada suasana semula he ... he ... he ...Terima kasih banyak, para Frater ... terima kasih untuk persaudaraan dan kerja sama kita. Terima kasih untuk seluruh tawa, canda, kegembiraan, sukacita juga semua lelah, letih, capek yang telah dan boleh kita lalui bersama-sama. Terima kasih banyak telah hadir bersama kami dan juga bersama semua warga desa kami. Semoga setiap pengalaman-pengalaman yang boleh kita alami bersama-sama akan senantiasa membawa kita kepada pengalaman yang lebih dalam sehingga akan semakin menguatkan kita masing-masing di dalam menjalani hidup panggilan kita. Kita senantiasa bersatu hati di dalam doa dan ekaristi ya. Terima kasih juga untuk Br Yohanes dan Br Marco serta seluruh keluarga besar Karmel yang telah banyak berkorban bagi kami. Terima kasih banyak sudah menyewa bis besar hanya untuk mengangkut jahe merah kami he ... he ... he ... ( padahal hanya untuk menjemput 9 orang Frater ). Para sahabat yang terkasih, setelah saya pulang dari Surabaya beberapa waktu yang lalu, pada hari Sabtu, 15 Januari 2011 saya bersama Sr Veronika pergi ke daerah Jumoyo, Salam yang beberapa hari terkena dampak lahar dingin. Suatu pemandangan yang amat mencegangkan di mana di pinggir-pinggir jalan raya besar Yogya - Magelang, tanah sudah setinggi rumah dan material Merapi yang luar biasa besarnya. Saya melihat dan menyaksikan itu setelah beberapa hari peristiwa lahar dingin, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jalan raya tertutup semua oleh meterial merapi. Batu-batu padas yang sangat besar bisa terseret oleh lahar dingin, kali Putih yang tidak seberapa lebar akhirnya menjadi jalan yang dilalui oleh lahar dingin serta material-material merapi yang mengakibatkan luapan tidak terkendali sehingga rumah-rumah hanyut, rumah-rumah tertimbun. Saya, Sr Vero dan Pak Margo hanya bisa bengong melihat semuanya itu ... betapa dasyatnya kekuatan arus lahar dingin sehingga batu-batu sebesar itu bisa hanyut terbawa arus. Setelah dari tempat kejadian, kami mencoba untuk mencari tempat-tempat yang dipergunakan warga sekitar Jumoyo untuk mengungsi. Setelah tanya kanan tanya kiri, akhirnya kami dapat menemukan tempat pengungsian itu. Yang pertama kami temukan adalah lapangan Jumoyo yang pada saat itu ditempati kurang lebih 963 jiwa. Puji Tuhan ... ketika kami datang, warga sudah dibuatkan tenda-tenda putih sehingga mereka sudah mempunyai tempat untuk berteduh kk per kk. Menurut informasi yang kami dapatkan di tempat pengungsian tersebut, tenda-tenda itu dibuatkan oleh ANSOR bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Di lapangan itu tinggal warga dari dusun Gempol, Kadirogo, Kemburan, Dowakan. Saya minta tolong Pak Margo untuk turun dan bertanya kira-kira apa yang warga butuhkan dan ternyata yang paling mereka butuhkan adalah peralatan dan perlengkapan sekolah untuk 120 anak, pakaian dalam wanita, sandal jepit, gula teh. Setelah dari sana kami meluncur ke tempat pengungsian yang lainnya. Kami menemukan pengungsian di sebuah PUSKESMAS di kelurahan Sarahan, kecamatan Muntilan, di mana di tempat itu untuk menampung 1093 jiwa dari dusun Salakan, Gemampang, Sirahan, Jetis, Glagah dan Purwosari. Yang dibutuhkan di tempat ini peralatan dan perlengkapan sekolah, seragam sekolah, susu ibu hamil, alat sholat untuk wanita, pakaian dalam. Pencarian masih kami lakukan kendati sudah pukul 21.00 dan akhirnya kami menemukan di balai desa Sriwedari, Muntilan yang dihuni oleh 702 orang dari dusun Trayem, Ngemplak Lor dan Purwosari. Sebagaimana di dua tempat yang pertama, di kelurahan inipun membutuhkan peralatan dan perlengkapan sekolah, obat-obatan dan juga bumbu dapur. Para sahabat yang terkasih, sudah ada beberapa kebutuhan mereka yang sudah kami kirimkan. Puji Tuhan beberapa waktu yang lalu kami mendapatkan kurang lebih 300 buah tas dari Karmel sehingga tas-tas tersebut dapat kami bagikan kepada mereka. Hari Senin besuk kami akan kirimkan kebutuhan mereka yang lainnya yang belum sempat kami kirim. Kemarin ketika kami berada di Surabaya, kami putuskan untuk membeli beberapa kebutuhan di Surabaya yang harganya relatif lebih murah daripada di Yogya karena kebetulan kami sewa kendaraan. Sampai dengan saat ini kami masih menyiapkan komsumsi untuk saudara-saudara kita yang masih mengerjakan air bersih maupun juga untuk pemupukan tanaman yang beberapa waktu yang lalu ditanam. Hari Selasa yang akan datang akan datang lagi sumbangan pohon-pohon untuk penghijauan dari Paroki Bedono kurang lebih 1000 pohon. Rencananya pohon-pohon tersebut akan kami bagikan kepada warga agar dapat ditanam di tanah mereka masing-masing.Koperasi wargapun masih terus jalan dan Sr Vero sekarang dibantu oleh Sr Avilla dan anak kami Fora untuk pembukuan koperasi.Para sahabat yang terkasih, ini saja dulu yang dapat saya bagikan. Nanti akan saya kirimkan tulisan lagi setiap kali kami ada perkembangan. Mohon doa dari para sahabat semua ya karena hampir setiap hari di tempat kami hujan terus dan cukup deras. Hal ini mau tidak mau membuat warga cukup was-was karena setiap kali hujan maka material merapi akan dibawa oleh lahar dingin. Baru saja saya mendengar kabar dari Sr Hendrixia kalau sekitar pukul 17.00 di Magelang hujan sangat deras dan lagi-lagi jalan utama terputus. Sekitar 350 warga pengungsi baru lagi dan kami belum dapat kabar di mana mereka mengungsi. Semoga besuk pagi kami sudah bisa dapat beritanya dan kalau tidak ada halangan besuk pagi kami akan mengantarkan barang-barang yang dibutuhkan warga sekalian melihat kondisi di sekitar Jumoyo tersebut.Salam, doa dan kasihSr Theresia PPYK
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Dec 08 2016 01:43 AM
Our Visitors :893612
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT