bg lower
KWI, aktivis turut mendoakan Ruyati Tanggal publikasi: 21 Juni 2011 Puluhan aktivis yang mewakili berbagai LSM dan pemuka agama, termasuk perwakilan KWI, bergabung untuk mendoakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dihukum pancung tiga hari lalu di Arab Saudi.Sebuah website yang berbasis di Arab Saudi mengutib Menteri Dalam Negeri dengan mengatakan bahwa Ruyati dieksekusi di propinsi bagian barat Mekah pada Hari Sabtu akibat membunuh istri majikannya dengan pisau.Kementerian itu mengklaim Ruyati mengakui perbuatannya dan hukuman mati disetujui oleh Kejaksaan Agung di Arab Saudi.“Atasnama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Saya juga berdoa agar arwahnya diterima di sisi Tuhan,” kata Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, selama doa bersama itu.Menurutnya, KWI bergabung dalam acara itu karena KWI merasa prihatin dengan para TKI yang sedang menghadapi berbagai kasus setiap tahun termasuk hukuman mati.“Kami menolak hukuman mati. Kita harus menghormati martabat manusia,” tegasnya.Juga menyampaikan dukacita yang mendalam adalah Yenny Wahid, direktur eksekutif the Wahid Institute. Ia kemudian mengatakan: “Saya mendesak pemerintah segera menangani kasus hukuman mati yang dihadapi 22 TKI di Arab Saudi.”Ia juga berharap bahwa Ruyati adalah kasus TKI terakhir yang diekskusi mati. Ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi.Sementara, Anis Hidayah dari Migrant Care meminta pemerintah untuk membawa pulang jenazah Ruyati ke Indonesia. “Migrant Care dan aktivis lain sedang menggalang dana untuk mendukung pemulangan jenazahnya,” katanya.Sumber : http://www.cathnewsindonesia.com
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Thu Jun 29 2017 03:55 PM
Our Visitors :934916
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT