bg lower
Konflik tanah, Gereja Kerala ingin diselesaikan

Orang-orang Gereja di Kerala mengatakan, kesepakatan baru antara para uskup dan para pemimpin tarekat religius akan membantu menyelesaikan perdebatan antara keuskupan-keuskupan dan tarekat-tarekat religius.

Dewan Para Uskup Kerala (KCBC, Kerala Catholics Bishops’ Council ) dan Dewan Pemimpin Tarekat Religus Kerala (KCMS, Kerala Catholic Major Superiors’ Council) menandatangani kesepakatan itu pada 8 Juni, tetapi hal terbut baru diketahui pekan pertama November.

Ada ketentuan dalam kesepakatan tersebut bahwa sengketa tanah dapat diselesaikan secara damai dan perlunya suatu rencana untuk memberi upah yang wajar bagi karyawan di berbagai lembaga Katolik.

Poin lain adalah forum rekonsiliasi untuk menyelesaikan berbagai konflik, promosi panggilan, peran dan tanggung jawab dari para pastor dan suster, serta kesepakatan tertulis antara keusklupan dan tarekat, bila sebuah proyek baru dilakukan.

Jurubicara KCBC Pastor Stephen Alathara mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia “optimis.” Kesepakatan itu akan memudahkan berfungsinya keuskupan dan tarekat religius di masa depan.

Pastor Paul Thelakat, jurubicara Gereja ritus Siro-Malabar, juga mengungkapkan kegembiraannya atas kesepakatan itu dan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut muncul ketika kecenderungan kelompok-kelompok Gereja untuk lebih mengandalkan pengadilan sekular menurun dan lebih percaya pada mediasi yang disponsori Gereja.

Sebelumnya, para uskup dan para pemimpin tarekat religius bertingkah “tidak sensitif dan cenderung partisan,” kata Pastor Thelakat.

“Sayangnya, berbagai persoalan itu hanya menyangkut tanah dan kepemilikan. Akar persoalan ini adalah uang. Pasar menerobos Gereja,” kata imam yang juga adalah editor mingguan Katolik Sathyadeepam tersebut.

Ketua KCMS Pastor Francis Kodiyan mengatakan, kesepakatan itu dimaksud untuk memastikan adanya hubungan baik antara tarekat-tarekat religius dan para pemimpin Gereja lokal.

Imam dari Tarekat Blessed Sacrament itu mengatakan kepada ucanews.com bahwa media sekular sering membesar-benarkan ketegangan antara pemerintah komunis dan para uskup di Kerala, dan ini dimanfaatkan oleh media untuk menyerang Gereja.

sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Apr 25 2017 12:08 AM
Our Visitors :922283
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT