bg lower
Kardinal Tauran bangga dengan Pancasila Tanggal publikasi: 12 September 2011 Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Jean-Louis Pierre Cardinal Tauran menyambut baik kedatangan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Vatikan.Kepada delegasi HMI ia mengungkapkan kebanggaan terhadap Pancasila yang menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia, demikian laporan Kompas dan Tribunews.“Saya bangga terhadap Pancasila yang menjadi prinsip bangsa kalian, Indonesia. Saya juga mendukung HMI menjadikan Pancasila sebagai asas HMI, karena Pancasila itu seperti harta karun,” ujar Kardinal Tauran saat menerima PB HMI di Ruang Rapat Dewan Kepausan Dialog Antarumat Beragama, Vatikan, Sabtu (10/9/2011) siang.Dengan Pancasila, katanya, kemajemukan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia dapat hidup dengan baik. “Dengan Pancasila, Indonesia tidak hanya menganut satu agama tertentu, tetapi semua agama. Ini sangat bagus, pluralis,” katanya.Kardinal didampingi Sekretaris Eksekutif Desk urusan Kristen-Islam di Timur Tengah, Eropa dan Amerika Monsignor Khaled Akasheh, dan Sekretaris Eksekutif Desk urusan Kristen-Islam di Asia Pastor Markus Solo SVD.Ketua Umum Noer Fajrieansyah didampingi Basri Dodo (Sekjen PB HMI), Chairul Basyar (Wakil Sekjen bidang Hubungan Internasional) dan Muhammad Ma’mun (Ketua Hubungan Internasional), serta Putut Prabantoro, ketua Paguyupan Wartawan Katolik Indonesia.Kardinal asal Prancis itu menambahkan, perjuangan pun harus didasari semangat atau roh, yakni kasih. “Kasih di sini lebih dari pemikiran akademik atau intelektual, kasih itu yang membuka konsensus bersama,” ujarnyaDia berpesan, dialog antarumat beragama, sesungguhnya bukan di Vatikan saja, walaupun pusat hierarki Gereja Katolik. “Saat pulang, berdialoglah dengan uskup atau pastor paroki di sekitar Anda, karena persoalan ada di akar bawah,” pesan Kardinal.Pada kesempatan itu PB HMI juga memberikan dokumen kasus GKI Yasmin, Kota Bogor, kepada Kardinal Tauran. Kasus itu disampaikan kepada Touran, untuk menunjukkan bahwa ketegangan yang mengatasnamakan agama sebenarnya diwarnai motif politik.Mahkamah Agung telah memenangkan GKI Yasmin, untuk tetap memiliki rumah ibadah di tempatnya sekarang. Namun Pemerintah Kota Bogor bersikeras, GKI Yasmin tidak berhak mendirikan bangunan gereja di tempat itu.Sumber : http://www.cathnewsindonesia.com
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Jul 22 2017 01:51 PM
Our Visitors :940888
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT