bg lower
Teolog India singgung keunikan Kristus
Oleh Francis Rodrigues, Mangalore, India

UCAnews (27/01) - Dalam kolokium yang disponsori Vatikan, para uskup dan teolog India mengatakan, Gereja berjuang dalam menghadirkan Kristus sebagai “penyelamat yang unik dan satu-satunya” dalam konteks multi-agama.

Tim dari Kongregasi Ajaran Iman (CDF) di Vatikan datang di bawah pimpinan William Kardinal Levada, prefek CDF tersebut, untuk bertemu dengan sekelompok teolog dan uskup di India di Bangalore pada 16-19 Januari.

Oswald Kardinal Gracias, ketua Konferensi Waligereja India (CBCI), membeberkan perjuangan Gereja India tersebut dalam sebuah makalah.

Acara itu dihadiri oleh 26 teolog, 29 uskup, dan enam anggota tim CDF.

Kardinal Gracias menjelaskan tentang situasi sosial, keagamaan, budaya, dan ekonomi di India yang berpenduduk 1,2 miliar jiwa, dan umat Katolik hanya 2,3 persen.

Mewartakan Kristus secara bermakna di lingkungan yang memiliki banyak agama besar dan agama suku ini merupakan sebuah “perjuangan.” Inilah perjuangan untuk membuat India “mengerti, menerima, dan mengikuti Yesus,” kata pemimpin Gereja India tersebut.

Kardinal Gracias mendesak Vatikan untuk menghargai dan mendorong kerja para teolog untuk mengkomunikasikan Kristus kepada mereka “yang memiliki pandangan dunia serta keyakinan agama dan filsafat yang berbeda dari pandangan dunia Kristen tradisional.”

Teolog Yesuit Pastor Errol D’Lima, dalam makalahnya, menjelaskan bahwa tantangan pluralisme ini tidak memungkinkan adanya pemahaman universal dalam berteologi.

Dia menekankan perlunya menghargai tradisi Kristen, mewartakan pesan Kristiani dalam kehidupan masyarakat, dan perlunya meningkatkan dialog sebagaimana dipahami oleh Konsili Vatikan II.

Teolog Yesuit lain, Pastor Michael Amaladoss mengatakan dalam makalahnya bahwa “Gereja bisa memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan lain yang kompatibel dengan iman, karena Gereja sendiri tidak terikat pada budaya tertentu.”

Dia menegaskan dalam makalahnya bahwa semua teologi itu bersifat kontekstual dan “ini juga berlaku bagi teologi Kristen India.”

Pastor Sebastian Athappilly O.Carm menekankan pentingnya mewartakan Yesus Kristus sebagai penyelamat universal dan unik.

Dalam konteks pluralisme agama, katanya, agaknya ada sejumlah teolog yang dengan mudah mengabaikan “keunikan Yesus Kristus.” Namun, ia tidak menjelaskan bagaimana keunikan Kristus itu bisa dikomunikasikan dalam situasi yang justru mempersoalkan keunikan itu sendiri.

Pastor Dominic Veliath SDB, teolog, menyarankan agar sikap dan gaya hidup Gereja hendaknya mencerminkan ajaran Kristus. Ini juga merupakan suatu cara mengkomunikasikan Kristus.

Uskup Pune Mgr Thomas Dabre, ketua Komisi Teologi dan Ajaran Gereja dari CBCI, ingin agar para teolog mempertimbangkan “iman umat” dalam berteologi.

Uskup Agung Luis Ladaria, sekretaris CDF, dalam makalahnya, meminta para teolog “menegaskan iman Gereja ketimbang pendapat pribadi.”

Namun, dengan hanya mengulang apa yang Gereja ajarkan itu tidaklah merupakan pelayanan bagi Gereja, jelasnya. Menurutnya, teolog dipanggil untuk “berani rendah hati dan sekaligus terbuka terhadap pembahasan obyektif, dialog penuh persaudaraan, dan siap untuk memodifikasi pandangannya sendiri.”

Sebuah makalah juga dipresentasikan untuk merenungkan surat CDF 1989: On Some Aspect of Christian Meditation (Orationis Formas).

Sementara menegaskan aspek meditasi Kristen, CDF mengkritik beberapa bentuk meditasi Timur sebagai “cara berdoa yang salah.”

Pastor Mathew Vellanickal dalam makalahnya, “Orationis Formas dalam Konteks India,” mengatakan bahwa teori-teori penebusan diri sendiri yang dikemukakan dalam beberapa jenis teknik meditasi Timur memang bertentangan dengan iman Katolik.

Ketua Indian Theologian Association, Pastor Yakub Parappally mengatakan kepada ucanews.com bahwa setiap presentasi makalah disusul dengan “saling bertukar pandangan dan pendapat yang hidup.”

“Ada suasana keramahan, keterbukaan, dan saling menghormati dalam mencari kebenaran bersama,” tambahnya.
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Dec 06 2016 12:01 AM
Our Visitors :892863
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT