bg lower
Gereja promosikan persatuan pasca-perang di Srilangka
<5 November 2010>

Para pemimpin agama di Sri Lanka menyerukan solusi politik secepatnya guna menyatukan Sri Lanka setelah perang saudara berakhir. Perang tersebut berlangsung hampir selama tiga-dekade.

“Umat Kristen berharap Lessons Learnt and Reconciliation Commission (LLRC) akan mempertimbangkan secara serius berbagai rekomendasi kami karena rekomendasi-rekomendasi itu membantu menyembuhkan luka perang dan memberi landasan untuk perdamaian di masa depan,” kata Kardinal-terpilih Malcolm Ranjith dari Kolombo, ketua Konferensi Waligereja Sri Lanka.

Solusi-solusi yang disarankan para uskup dalam LLRC itu antara lain, pembentukan sistem pendidikan tiga bahasa (Sinhala, Tamil dan Inggris), pembentukan pemerintahan sipil lokal, dan pemberlakuan situasi darurat diakhiri.

Mereka juga diminta agar invasi budaya dihentikan dan pemberlakuan darurat militer dihapus, terutama di komunitas-komunitas yang didominasi warga Tamil di wilayah utara dan timur negeri itu.

Uskup Trincomalee-Batticaloa Mgr Kingsley Swampillai mengatakan, banyak orang, termasuk imam-imam, telah hilang selama perang. “Hampir semua kasus tersebut tetap tidak terdokumentasi,” katanya.

Gereja Anglikan Sri Lanka dan masyarakat lainnya dari berbagai sektor juga menyampaikan pendapat mereka kepada komisi tersebut.

Perang Saudara di Sri Lanka merupakan konflik antara pemerintah dengan pemberontak dari Pembebasan Macan Tamil. Perang ini dimulai bulan Juli 1983 dan berakhir bulan Mei 2009.


sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:26 PM
Our Visitors :894337
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT