bg lower
Gereja desak pemerintah akhiri masalah perbatasanTanggal publikasi: 3 Agustus 2011 Bantuan pemerintah setempat dibutuhkan untuk menyelesaikan konflik antar sesama umat Katolik warga Sangan Kalo dan warga Rio Misi.Desa Sangan Kalo merupakan bagian dari Paroki Wukir yang berada di bawah kevikepan Borong, keuskupan Ruteng, kabupaten Manggarai Timur, sedangkan Rio Misi berada di bawah kevikepan Bajawa, Kabupaten Ngada dan masuk dalam wilayah Keuskupan Agung Ende.Vikjen keuskupan Ruteng Pastor Laurensius Sopang Pr, pada pembukaan jamboree 31 Juli mengatakan konflik di dua desa itu telah berlangsung selama 40 tahun.“Saya sedih, hanya karena persoalan batas administratif, rasa persaudaraan, kekeluargaan dan perdamaian sesama umat Katolik dikorbankan, diganti rasa kebencian dan permusuhan yang hanya dilakukan oleh segelintir orang,” kata Pastor Lorensius kepada para pejabat pemerintah setempat dan orang muda Katolik yang menghadiri upacara pembukaan jambore yang berlangsung hingga 8 Agustus.“Kami orang Manggarai Timur, tidak melarang orang Bajawa, Ngada, bekerja dan hidup di tanah Manggarai Timur,” kata Pastor Laurensius.Ia mengatakan dampak dari pertikaian itu, pada titik konflik ada jalan raya yang dibuat lubang sepanjang 200 meter, dengan kedalaman 2 meter dan lebar 3 meter sehingga kendaraan tidak bisa lewat.Ketika Pastor Laurensius masih kecil, umat Katolik yang tinggal di wilayah itu sangat damai.“Semua orang bebas lintas batas baik dari desanya untuk ke sekolah, gereja di paroki tetangga dan ke pasar untuk menjual hasil bumi. Bahkan, mereka bersama -sama membakar padang untuk memburu rusa dan babi hutan, serta membuka lahan pertanian secara bersama-sama pula,” tambahnya.“Mengapa ketika sebelum kemerdekaan umat Katolik yang miskin dan kurang berpendidikan bisa hidup rukun dan damai. Lantas, sekarang setelah banyak orang pintar, terjadi konflik dan permusuhan?” tanya imam itu.Menurut Gubernur NTT Fransiskus Lebu Raya, yang membuka jamboree itu, meminta pemerintah setempat untuk menyelesaikan konflik itu dengan memfasilitasi sebuah pertemuan diantara para kepala dari kedua desa itu.Jambore mudika kevikepan Borong, Manggarai Timur, NTT, dihadiri sekitar 3000 orang muda dari 28 paroki.Mereka antara lain mengadakan Misa inkulturasi, kuis Kitab Suci, lomba paduan suara, sepak bola dan pementasan seni tradisional.Sumber : http://www.cathnewsindonesia.com
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat May 27 2017 03:55 AM
Our Visitors :928447
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT