bg lower
Frans Seda Award diluncurkan untuk orang muda Tanggal publikasi: 3 Juni 2011 “Frans Seda Award” diluncurkan untuk memberikan penghargaan khusus kepada orang muda yang mengabdi, memajukan dan berkomitmen dalam dunia pendidikan untuk mencerdaskan bangsa serta kemanusiaan yang peduli terhadap orang miskin.“Frans Seda Award akan dianugerahkan kepada orang muda yang memajukan dan mengabdikan diri dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan,” kata Slamet Effendi Yusuf, seorang tokoh Muslim, ketua panitia penghargaan itu, dalam peluncuran penghargaan pada 1 Juni di Aula Universitas Katolik Atma Jaya.Slamet mengatakan penghargaan itu sebagai sebuah penghormatan terhadap Alrm Fransiskus Xaverius Seda atas pengabdiannya untuk Tuhan dan tanah air.Seda dilahirkan pada 4 Oktober 1926 dan meninggal pada 31 Des 2009. Dia adalah seorang mantan menteri di era Orde Lama dan Orde Baru, tokoh Gereja, politikus, ekonom, dan pendidik.Slamet, yang juga ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengatakan bidang pendidikan dan kemanusiaan dipilih karena mendiang Seda sangat peduli terhadap pendidikan dan kemanusiaan.“Kami akan memberikan satu orang atau lembaga yang mencerdaskan bangsa tanpa diskriminasi dan peduli terhadap orang miskin,” katanya, seraya menambahkan mereka yang menerima penghargaan itu berusia di bawah 40 tahun.Penghargaan ini akan mulai diberikan pada 1 Juni tahun depan, tetapi panitia telah membuka pendaftaran calon dan akan ditutup pada September 2011.Penghargaan diberikan setiap 1 Juni bertepatan dengan ulang tahun Unika Atma Jaya. Pemenang akan mendapatkan 50 juta rupiah, medali dan sertifikat.“Untuk mengenangnya dan menyalakan api pengabdiannya untuk Tuhan dan tanah air, Yayasan Atma Jaya meluncurkan penghargaan tersebut bertepatan dengan 51 tahun Unika Atma Jaya, dan hari lahirnya Pancasila,” kata JB. Kristiadi, ketua yayasan, dlam forum itu.Pastor Paulus Suparno SJ, wakil ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), anggota tim yuri, mengatakan dalam konferensi pers setelah peluncuran itu bahwa penghargaan itu diberikan kepada siapa saja dari seluruh Indonesia tanpa memandang latar belakang mereka.Emil Salim, seorang tokoh Muslim dan mantan menteri era Orde Baru, mengatakan dalam peluncuran bahwa semangat ke-Katolik-an Frans Seda memberikan spirit untuk berjuang demi kepentingan umum.“Yang mengesaknkan saya dalam mengambil keputusan ia selalu berdoa. Intinya untuk Frans Seda adalah untuk Allah dan tanah air,” katanya.Seda selalu menekanan spirit ketimbang ilmu pengetahuan maka dia menamakan Atma Jaya untuk universitas ini, katanya, menambahkan.Sumber : http://www.cathnewsindonesia.com/
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Wed Nov 22 2017 10:42 AM
Our Visitors :959349
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT