bg lower
2011, rakyat Filipina diminta selesaikan penyakit sosial
<4 Januari 2011>

Menyambut Tahun Baru, ketua Konferensi Waligereja Filipina mengingatkan masyarakat untuk melawan “kondisi yang tidak manusiawi seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan ketidaktenteraman di negara ini.”

“Sebelum ilusi mengkonsumsi kita, maka terlebih dahulu kita perlu sadar akan kenyataan yangmengganggu kita,” kata Uskup Tandag Mgr Nereo Odchimar, ketua CBCP (Catholic Bishops Conference of the Philippiness).

Ini tampak antara lain dalam “para petani yang tak punya tanah, warga Filipina yang mengganggur, tunawisma miskin di kota, dan kelompok-kelompok warga suku yang tersingkir.”

Prelatus itu juga menyinggung usaha pemerintah untuk mempromosikan kontrasepsi artifisial sebagai alat melawan kemiskinan, dengan menambahkan bahwa ada “aksi internasional yang sedang berlangsung untuk mengurangi tingkat kelahiran.”

Ada banyak cara untuk memerangi kemiskinan, katanya, bahkan tanpa “mengurangi jumlah penduduk.” Langkah-langkah anti-kemiskinan “tampaknya tidak sesuai dengan hati nurani sebagianj besar rakyat Filipina yang beragama Kristen.”

Data pemerintah menunjukkan bahwa dengan perkiraan populasi sekitar 92 juta orang, Filipina menjadi negara ke-12 di dunia yang paling padat penduduknya. Dalam sensus 2000, National Statistical Coordination Board memproyeksikan bahwa pertumbuhan penduduk per tahun adalah 1,95 persen selama tahun 2005 hingga 2010.

Mengutip amanat Paus Benediktus XVI tentang Hari Perdamaian Dunia, Uskup Odchimar mengatakan “pemusnahan jutaan anak-anak yang belum lahir atas nama perang melawan kemiskinan sebenarnya merupakan penghancuran orang miskin dari kelompok manusia.”

Uskup mengatakan, ketimbang kontrol kelahiran, memerangi korupsi justru dapat mengakhiri kemiskinan di negara ini.

Sementara itu, Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas mendesak umatnya dalam pesan Tahun Baru agar tidak “mengkompromikan jiwa kita yang abadi” dalam mengupayakan pembangunan ekonomi.

“Peso dan dolar tidak abadi. Jiwa kita itu abadi. Peso dan dolar tidak senantiasa berkuasa. Hanya Tuhan yang Maha Kuasa,” katanya.

Di Filipina selatan, Uskup Catarman Mgr Emmanuel Trance mengatakan pemerintah harus bekerja secara serius untuk perdamaian di Mindanao di tahun mendatang.

Dia meminta Presiden Benigno Aquino III untuk menghentikan “solusi militer” terhadap konflik di selatan.

ucanews.com



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Dec 06 2016 12:03 AM
Our Visitors :892897
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT