bg lower
Daftar warisan sejarah timbulkan pertanyaan
<8 Desember 2010>

By Bosco de Sousa Eremita, Panaji, India

Rencana pemerintah untuk memasukkan 109 gereja di Goa ke dalam daftar warisan peninggalan sejarah di India bagian barat ternyata lebih menimbulkan pertanyaan ketimbang jawaban tentang maksud pemerintah mengambil langkah tersebut terkait dengan penanganan berbagai bangunan historis, kata berbagai pejabat Gereja.

“Saya tidak akan setuju dengan berbagai persyaratan dari pemerintah yang sama sekali tidak meyakinkan. Sejauh ini tak seorang pun berkonsultasi dengan kita,” kata Pastor Antimo Gomes, kepala Paroki Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda, kepada ucanews.com pada 6 Desember.

Pada awal Desember, sebuah komisi pemerintah mendaftarkan 434 bangunan seperti kuil, gereja, lembaga pendidikan, dan bahkan kediaman uskup agung setempat sebagai bangunan yang perlu mendapat perlindungan khusus.

Bangunan-bangunan itu antara lain sebuah kuil Hindu abad ke-8 dan Gereja Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda yang dibangun tahun 1541 di Panaji, ibukota Negara Bagian Goa.

Pastor Carmo Martins, kepala Paroki St. Alex di Calangute yang gerejanya dibangun tahun 1741, mengatakan, dia tidak tidak tahu pasti apa implikasi dari langkah pemerintah tersebut.

“Kita tunggu saja sampai kapan pemerintah negara bagian akan memberi perlindungan bagi gereja kita. Saya tidak tahu pasti cara pemerintah menanganinya,” katanya.

Morad Ahmad, ketua perencana kota di negara bagian itu, mengatakan bahwa pemerintah akan menuntaskan daftar itu setelah berkonsultasi dengan “pemiliknya.”

Seorang pejabat di Departemen Pengarsipan di negara bagian tersebut mengatakan, umumnya masyarakat tidak tahu apa implikasi dimasukkannya sebuah monumen ke dalam daftar peninggalan sejarah.

“Jika sebuah bangunan menjadi warisan sejarah, pemiliknya akan mengalami kesulitan untuk mempertinggi atau memperlebar bangunan itu. Setiap modifikasi struktur bangunan, pemiliknya harus mendekati pihak berwenang untuk mendapatkan persetujuan,” katanya kepada ucanews.com.

Pejabat itu mengakui bahwa komisi tersebut telah mendaftarkan sejumlah bangunan warisan sejarah tanpa melibatkan dan meyakinkan pemiliknya.

Gilbert D’Mello, seorang wartawan, mengatakan bahwa gereja-gereja yang dimasukkan ke dalam daftar warisan sejarah itu jelas tidak menggembirakan orang-orang Gereja sekalipun mereka diberi uang untuk memelihara bangunan gereja tersebut.

“Kita telah mengalami bagaimana Archeological Survey of India ikut campur tangan dalam berbagai situs peninggalan keagamaan di Old Goa. Resiko yang ditimbulkannya perlu dipertimbangkan secara seksama sebelum pihak Gereja memberi persetujuan,” tambahnya.

Kini Goa memiliki 21 monumen di bawah kontrol Archeological Survey of India dan 51 di bawah kontrol State Archaeology Department.



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 10 2016 12:26 PM
Our Visitors :894343
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT