bg lower
Banjir Bandang Pono
15 Korban Banjir Bandang Dimakamkan
Kamis, 4/11/ 2010, 16:30 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 15 jenazah dari 16 korban banjir bandang di Desa Skinu, Kecamatan Toeanas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur dikubur secara massal, Kamis (4/11/2010) di Dusun D desa tersebut.

Bupati Timor Tengah Selatan Paul Viktor Mella ketika dihubungi dari Kupang, Kamis, membenarkan hal itu dan mengatakan keputusan penguburan massal itu merupakan kesepakatan bersama keluarga korban sesuai adat istiadat yang mereka anut.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, kata Bupati Mella, seseorang yang meninggal akibat bencana alam atau perang dan penyakit lainnya secara bersamaan, harus dikubur dalam satu liang lahat.

"Para korban disemayamkan pada satu tempat duka yang terbuka dengan maksud agar kejadian serupa tidak boleh terulang kembali, atau paling kurang dalam jangka waktu yang lama," katanya.

Alasan lainnya, kata Bupati Mella, para korban yang meninggal itu akibat kemarahan alam terhadap ulah manusia.

"Agar kejadian tersebut tidak terulang, maka siapapun yang meninggal akibat bencana, harus mengikuti prosedur demikian," katanya.

Atas dasar itu, sejak 15 korban yang tewas tersapu banjir ditemukan, langsung dibaringkan pada satu lahan terbuka di sekitar Balai Desa Skinu.

Tradisi seperti itu juga dibenarkan oleh kepala dusun setempat Jhon Tanaem (60).

Menurut dia, selain kebiasaan tersebut, para korban dikebumikan dalam satu liang lahat, karena sama-sama tewas dalam satu kecelakaan alam apalagi masih berhubungan satu sama lain dalam satu keluarga kandung.

"Tradisi ini harus ditaati, karena apabila dilanggar maka sebelum 40 hari akan meminta korban lagi dalam lingkaran keluarga yang sama," katanya.

Korban yang tewas tersapu banjir bandang itu adalah Yohana Ati (50), Yosina Lopo (17), Premestopanus Koto (48), Martina Timo (48) (belum ditemukan hingga saat ini).

Korban tewas lainnya adalah Nelci Tanaen (42), Listi Koto (2), Fanti Koto (2), Soleman Taneo (72), Mathen Tafuli (6), Yongki Nenometa (2), Joni Tafuli (38), Yane Klau (38), Dodi Leni (4), Ista Fafuli (7), Ifan tafuli (2) dan Jeri Wiko Koto (9).

Bupati Mella mengatakan untuk para korban tewas ini pemerintah menyumpang peti jenasah, pakaian, obat-obatan, makanan dan bantuan lain yang sifatnya tanggap darurat untuk korban yang selamat.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya bersama rombongan dari provinsi untuk menghadiri acara penguburan secara massal.

Sumber: ANT
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Fri Jun 23 2017 07:11 PM
Our Visitors :933264
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT