bg lower
BANGLADESH:
Pengacara warga suku bela hak warganya
<21 Desember 2010>

Jaksa Agung Bangladesh mendorong para pengacara warga suku untuk lebih efektif memperhatikan isu-isu hak asasi manusia.

“Kami ingin melihat keadilan bagi warga suku di berbagai pengadilan,” kata Jaksa Agung Mahbubey Alam ketika berbicara pada peresmian forum Bangladesh Indigenous Lawyers’ Association (BILA) pada 18 Desember.

Forum yang diresmikan oleh Jaksa Agung itu dilakukan dalam acara di auditorium Christian Cooperative Credit Union Ltd di Dhaka.

Acara setengah hari itu dihadiri oleh 80 orang lebih, hampir semuanya pengacara dan pejabat di bidang hukum, serta para pejabat penting setempat.

Forum yang didukung oleh berbagai organisasi Katolik dan non-Katolik, termasuk Caritas, ini bertujuan untuk memberi bantuan hukum yang lebih baik bagi masyarakat warga suku untuk melindungi hak legal mereka dan memberantas diskriminasi.

“Ini merupakan forum hukum warga suku pertama,” kata Wakil Jaksa Agung sekaligus wakil ketua BILA, Titus Hollol Rema, seorang Protestan, kepada ucanews.com.

Sekjen BILA, Advokat Dinesh Daru menambahkan, organisasi ini sangat ideal untuk menangani berbagai problem yang dihadapi masyarakat warga suku di dataran rendah, tidak termasuk mereka di Wilayah Pegunungan Chittagong.

Daru mengatakan kepada ucanews.com bahwa warga masyarakat adivasi (termasuk warga suku dan warga pribumi) sudah lama diabaikan dan hak-hak hukum mereka sudah terlalu lama dirampas.

Mereka juga mengalami banyak penderitaan fisik karena disiksa, diperkosa, dan bahkan dibunuh. Tanah mereka diambil dengan berbagai alasan palsu, lanjut Daru.

“Jumlah kasus-kasus seperti ini yang belum dikumpulkan akan ditangani oleh BILA dan hal itu sudah dimulai,” kata Rema, seorang aktivis warga suku Garo.

“Sekarang inilah saatnya untuk menangani kasus-kasus kami oleh orang-orang kami sendiri baik ditingkat nasional maupun internasional agar hak-hak kami terlindungi,” kata Rema.

Direktur pembangunan dari Caritas Bangladesh, Atul Francis Sarker, mengatakan kepada ucanews.com bahwa sebagai badan sosial Gereja, Caritas telah merintis jalan dengan mehimpun para pengacara warga suku.

“Kami berusaha menyatukan mereka di berbagai wilayah operasional Caritas untuk berusaha menciptakan keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat warga suku,” katanya.

Menurut berbagai sumber BILA, total pengacara warga suku ada 25 orang dan 20 mahasiswa tengah mempelajari hukum di Bangladesh.

Warga suku berasal dari 45 kelompok etnis yang berjumlah sekitar tiga juta orang dari 150 juta penduduk Bangladesh.

ucanews.com



sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Tue Mar 28 2017 03:17 PM
Our Visitors :917496
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT