bg lower
Agama bidik ISA di Malaysia

Perwakilan-perwakilan agama vokal menentang “Internal Security Act” Malaysia

Dalam sebuah acara memperingati 50 tahun pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Negara (ISA, Internal Security Act), perwakilan dari berbagai agama besar di Malaysia vokal menentang undang-undang tersebut yang mengizinkan penahanan tak terbatas tanpa pengadilan.

Chrisanne Chin, moderator kaum muda dari Dewan Gereja-Gereja Malaysia (Council of Churches Malaysia), berpendapat bahwa sekalipun umat Kristen mendukung pemerintah dalam usahanya untuk menciptakan kedamaian di Malaysia, “ISA telah disalahgunakan.”

Dalam forum bertema How Do Religions View ISA? itu Chin mewakili umat Kristen. Forum 21 November tersebut merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh sebuah koalisi dari sejumlah LSM (lembaga swadaya masyarakat) di Penang. Forum lintas agama itu juga menghadirkan pembicara-pembicara dari agama Budha, Hindu, Islam, dan Tao.

ISA, tambah Chin, hendaknya dihapus dan diganti dengan sebuah Anti-Terrorism Act (Undang-Undang Anti-terorisme), yang didukung umat Kristen.

Saari Sungib, seorang anggota legislati dan pendiri sebuah LSM Islam, menegaskan bahwa ISA merupakan sebuah pelanggaran besar terhadap martabat manusia.

Berbicara bedasarkan pengalamannya sendiri yang pernah dua kali ditahan berdasarkan ISA, dia mengatakan bahwa selama ditahan dia ditelanjangi, diludahi, dan dikencingi.

“Islam melarang penghinaan terhadap seorang pribadi,” tegas Saari. “Dan Islam tidak bisa menerima penghukuman seseorang tanpa pengadilan. Jadi jelas, Islam menentang ISA.”

“ISA,” menurut Bala Tharmalingam, “benar-benar berbahaya, egois, dan tidak sesuai dharma.” Tharmalingam adalah wakil ketua Malaysia Hindu Sangam.

Sementara itu, Chong Hung Wang,penasehat Young Buddhist Association of Malaysia, melukiskan ISA sebagai undang-undang yang “kejam” dan merupakan “sebuah pelanggaran hak asasi manusia.”

“Kami penganut agama Budha mendukung perlawanan terhadap kejahatan, tetapi bukan melawan kejahatan dengan cara-cara kejam. Pemerintah perlu menggunakan cara yang tepat, yang menjamin keadilan bagi kedua belah pihak,” katanya.

Sebuah forum lain yang diselenggarakan pada hari peringatan 50 tahun ISA itu adalah ISA – Political Tool for Oppression, sebuah konser dan peluncuran buku. Namun pada acara pembukaan, forum ini mendapat gangguan dari sebuah kelompok yang menakaman diri pro-ISA citizens (warga pendukung ISA).

ISA diberlakukan taghun 1960 untuk melawan ancaman komunis. Pada waktu itu, Malaysia masih menggunakan nama Malaya ketika baru merdeka. Sejak diberlakukan, berbagai sektor telah mengkritik pemerintah karena ISA justru digunakan pemerintah untuk menekan lawan politik.

Oleh C.Y. Lai, ucanews.com, Penang, Malaysia
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Dec 03 2016 11:02 PM
Our Visitors :892473
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT