bg lower
Panti Jompo Bina Bhakti (Panti Werdha)
Bina Bhakti (Panti Werdha)12/07/2010Berikut ini merupakan artikel yang diambil dari note facebook seseorang yang pernah mengunjungi panti werdha Bina Bhakti:Sepotong Kisah dari Panti Werda. 20 Agustus 2009 jam 1:41Kalau kita sabar dan percaya sepenuhnya bahwa Tuhan senantiasa memelihara hidup kita,maka semua bisa kita lalui dalam hidup ini tanpa mengeluh, itulah kata-kata yang diucapkan Oma Cecilia (89 thn) ketika ngobrol-ngobrol dengan aku saat kunjungan TDers ke panti Werda Bina Bhakti hari Sabtu, 15 Agustus kemarin.Sabar, kata yang cukup singkat dan sederhana tapi sangat sulit dilakukan. Dari cerita Oma tersebut,aku tahu beliau memang benar-benar sabar. Usia 3 tahun udah masuk panti asuhan di provinsi Lampung,besar dan tumbuh di panti asuhan tersebut sampai menemukan jodoh seorang mantri kesehatan pada usia 20 tahun. Sempat memiliki anak tapi meninggal saat masih bayi dan sampai usia tuanya tidak pernah memiliki anak lagi. Pada usia 50 tahun, di saat beliau seharusnya menikmati masa tuanya dengan suami tercinta, ternyata Oma Cecilia memutuskan untuk kabur ke Jakarta. Bukan tanpa alasan sebenarnya kepergiannya ke Jakarta, tapi disebabkan sang suami ketahuan selingkuh dan menghamili perawat di tempat kerjanya. Sang Oma tidak mau dimadu dan meninggalkan suaminya. Di Jakarta, untuk bisa bertahan hidup beliau bekerja dari mulai mengasuk anak, dagang sayuran, pengasuh orangtua sampai akhirnya beliau bertemu seorang suster keturunan Belanda dan mengajak beliau ke panti Werda Bina Bhakti, di tempat inilah beliau menjalani masa tuanya sampai sekarang. Wajah yang masih ceria, walau menjalani hidup yang begitu sulit. Saat aku tanya, kesannya selama tinggal di panti tersebut, jawaban di ataslah yang dikatakan Oma Cecilia. Waktu yang sangat singkat ketika kami berkunjung ke panti werda tersebut, tapi aku sangat bersyukur Tuhan mengijinkan aku mengunjungi tempat itu, ada banyak pengalaman-pengalaman hidup yang menginspirasikan bagiku.Satu lagi pengalaman yang indah saat bersama Oma-oma di group yang aku pegang, aku berdoa untuk Oma-oma tersebut (ada 6 orang Oma) dengan pokok-pokok doa yang telah disampaikan kepadaku, setelah itu gantian Oma itu yang mendoakan aku, doa yang singkat namun sangat bermakna. :)Terima kasih Oma dan Opa, terima kasih untuk pertemuan yang sangat berarti, untuk sharing yang menguatkan, untuk pelukan dan jabatan tangan yang penuh kasih, untuk senyum yang tulus dan untuk semua persembahan lagu yang menambah sukacita.Thanks juga untuk sahabat-sahabat Terang Dunia yang sudah berusaha memberi yang terbaik melalui pelayanan milis Terang Dunia, kiranya media ini selalu menjadi berkat buat sekelilingnya dan menjadi kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus Kristus.Irma NDiambil dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=138380443372Ini juga ada artikel lainnya:Minggu pagi 11 Agustus 2007, kami menuju Desa Babakan Kecamatan Serpong, dengan melewati BSD City..Tujuan kami adalah mengunjungi Panti Wherda Bina Bhakti, sebuah panti yang menampung sekitar 70 orang lansia.Perjalanan lancar karena hari libur, dan di tempat tujuan kami disambut oleh ibu Wati - pengurus panti tersebut.Mertua saya baru saja berulang tahun ke 79 dan sejak beberapa tahun terakhir selalu berniat berbagi kegembiraan dikaruniai panjang umur dan kesehatan itu, dengan mengunjungi para lansia yang berada di Panti Wherda.Kalau tahun lalu mengunjungi sebuah panti werdha yang berada di kota Tangerang, maka kali ini yang di Serpong.Sebelumnya kami sudah menilpon ibu Wati itu, untuk menanyakanperalatan apa yang saat itu sangat dibutuhkan oleh Panti, ternyatamesin cucinya sudah rusak, maka segera dipesan ke toko dan diantarkan ke Panti.Ibu Wati menjelaskan bahwa pendiri panti ini adalah seorang Suster/biarawati, dulu mendapat dana dari luar negeri, tapi sekarang tidak lagi, maka biaya hidup harus dibayarkan oleh keluarga yang menitipkan opa/oma-nya itu.Biayanya baru saja naik menjadi 600.000,-/bulan, segitu saja masihsuka ada yang menawar katanya.Sebagian penghuni malah sama sekali tidak membayar, karena tidak ada lagi sanak keluarganya, untunglah ada donatur katanya.Kebanyakan adalah oma, mereka dari berbagai agama, kebanyakanKatolik/Kristen.Karena saat kami tiba sedang ada doa bersama di aula, maka kamidiajak melihat-lihat kebelakang Panti, ternyata dibelakang itu adalahlembah yang dialiri sungai Cisadane, dan disitu dibuatkan jalan daricon-block untuk Jalan Salib - menuruni tebing mendekati sungai.Suasana didalam komplek Panti terasa asri dan sejuk karena banyak pepohonan diantara bangunan2 yang terlihat sudah agak tua itu.Selesai acara di aula, para oma dan opa itu menuju ruang makan,dan dipimpin oleh ibu Wati mereka menyanyikan lagu SelamatUlang Tahun, lalu ada dua oma yang mau menyanyi solo.Kami lalu berkeliling membagikan Biscuit dan sekedar uang untukjajan, mereka kelihatan senang karena mendapat kunjungan itu.Kami juga mengunjungi kamar2, karena ada banyak juga opa/omayang sudah sakit2an, ada yang diatas kursi roda dan ada pula yang tidak bisa meninggalkan tempat tidurnya.Didalam Panti juga tersedia poliklinik dan dokter yang secara rutinmenjaga kesehatan oma/opa yang tentunya sudah sepuh itu.Tentunya makanan yang bergizi dan pelayanan kesehatan saja tidak cukup bagi mereka yang mulai sakit2an dan kesepian jauh dari sanak keluarga itu - perhatian dan sentuhan kasih sangat mereka dambakan di-saat2 fisik makin tidak berdaya itu.Diambil dari:http://smulya.multiply.com/photos/album/185?&album=185&view:replies=reverseFoto diambil dari:http://smulya.multiply.com/photos/photo/185/15Alamat yang mungkin Anda butuhkan:Kampung Curug RT 02/01Desa Babakan SerpongTelp. 7566439Rek. BCA cab. Pamulang473.3013.586A/N Yayasan Bina Bhakti
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Mon Sep 25 2017 02:36 AM
Our Visitors :950604
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT