bg lower
Panti Asuhan Yayasan GRIYA ASIH
Yayasan GRIYA ASIH12/11/2010YAYASAN GRIYA ASIH
Pengentas dan Pemberdaya Anak Jalanan dan Terlantar

Latar Belakang
Yayasan Griya Asih berdiri dilandasi oleh semangat cinta kepada sesama, khususnya anak jalanan dan terlantar. Kekerasan, pelecehan seksual, pelecehan hak-hak anak, narkoba, dan minuman keras sangat akrab dalam keseharian hidup anak-anak jalanan dan terlantar. Mereka harus berjuang keras agar dapat bertahan hidup, hampir tak ada waktu untuk bermain maupun bersekolah. Di usia yang masih sangat muda, mereka menjadi penopang ekonomi keluar, serta rentan menjadi obyek maupun subyek tindak kriminal. Akibatnya mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sensitif, rendah diri, mudah curiga, dan dendam.

VISI
Anak yang sehat lahir dan batin, sadar akan jati diri dan martabatnya, serta dapat berperan dan secara positif di lingkungan hidupnya.

MISI
Menyelenggarakan rumah tinggal dengan membangun kehidupan keluarga besar "Griya Asih” sebagai pengganti keluarga anak. Berusaha agar “hak-hak anak” tetap terbela dan terlindungi.

Perkembangan Griya Asih
Pada mulanya, Ibu Pandoyo merelakan rumahnya menjadi tempat penampungan sekelompok anak jalanan yang berlindung dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 10 Februari 1996. Kemudian dalam perkembangannya, Ibu Pandoyo dan anak-anak asuhnya menempati sebuah rumah, yang sebelumnya merupakan seminari. Kehidupan mereka pun dari tahun ke tahun semakin membaik dan anak-anak asuh Ibu Pandoyo semakin berkembang pesat hingga bisa mencapai 50-60 anak asuh. Dengan dibantu sekitar sepuluh hingga 12 orang pengasuh, Ibu Pandoyo mengasuh, merawat, dan memberikan mereka pendidikan secara formal dan spiritual. Mereka diterima pada usia 5 - 10 tahun dan pengasuhan diberikan sampai usia 18 tahun atau sampai mampu mendapat pekerjaan yang layak. Pengasuhan yang diberikan didasari suasana kekeluargaan. Setiap anak asuh mendapat perlakuan yang sama, dididik dan dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang.

Pada tahun 2006 Ibu Pandoyo, yang bernama lengkap Ibu Christine Tuti Murniati, meninggal dunia. Dengan meninggalnya Ibu Pandoyo, kepengurusan Yayasan Griya Asih (2006 s.d sekarang) adalah Alexander J. Suwardi (Ketua Yayasan dan pimpinan panti asuhan). Dalam mengurus yayasan, ia dibantu pengurus antara lain: F.M. Sri Sulistyawati (Sekretaris merangkap Pelaksana Harian, Bagian Administrasi, Keuangan, Pelayanan Pendampingan, dan Tata Laksana Rumah Tangga), serta Fransiskus W. Prawito (Bendahara).

Tahun 2010 ini, Yayasan Griya Asih masih mengasuh 38 anak jalanan dan telantar (laki-laki: 26 anak; perempuan: 12 anak), yang berusia antara 5 - 18 tahun, dan dengan dibantu seorang pengasuh panti. Namun, untuk tahun 2010 ini, Yayasan Griya Asih tidak menerima anak jalanan dan telantar. Hal ini dikarenakan para donator tetap panti tidak bersedia lagi mendanai panti dengan alasan tidak adanya transparansi keuangan oleh para pengurus Yayasan Griya Asih, serta tidak adanya kepedulian dan tanggung jawab pengurus Yayasan Griya Asih terhadap anak-anak panti dan para pengasuh panti.

Alamat Yayasan GRIYA ASIH:
Jalan Murdai I/No.1 RT 008 RW 013
Cempaka Putih Barat
JAKARTA 10520
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sun Sep 24 2017 10:03 AM
Our Visitors :950182
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT