bg lower
Lain-Lain Villa Shalom - Crisis Center for Unwed Mother
Villa Shalom - Crisis Center for Unwed Mother09/07/2010"Setiap pribadi adalah jauh lebih berharga daripada seluruh dunia""Ia mencari yang hilang……Membawa kembali yang tersesat…..Merawat yang luka dan menguatkan yang lemah.(Yeh 34:16)"Ketika kita melihat kalimat di atas, kita akan tersadar bahwa setiap orang layak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam keadaan apapun. Terutama jika ia sedang mengalami masalah. Villa Shalom merupakan tempat persinggahan untuk wanita yang hamil sebelum menikah. Coba kita bayangkan diri kita jika menjadi salah satunya. Berbagai macam krisis akan kita rasakan. Mulai dari menghadapi keluarga, orang-orang sekitar, ekonomi dan beberapa masalah lainnya yang tidak mungkin jika dihadapi sendiri. Villa Shalom bersedia untuk membantu. Mereka akan memberikan pelayanan yang dibutuhkan, melakukan konsultasi terlebih dahulu tergantung situasi dan kebutuhan. Mereka juga menerima orang-orang dari berbagai agama dan latar belakang. Jika kita mengetahui ada orang yang membutuhkan bantuan atau support dalam hal ini, dan kita tidak bisa membantu/ menghadapinya sendirian, kita dapat menghubungi alamat di bawah ini, karena mereka akan bersedia membantu. Selain itu jika ada yang mau memberikan bantuan/donasi juga bisa ke alamat ini.Jl.Jatinegara Barat 122Susteran Gembala BaikJakarta 13320Telp. 8572044/ 081586149090E-mail: villa_shalom@yahoo.co.idRekening:BCA Cab.Matraman A/C No.342.281.6442A/N EnisusilowatiBerikut ini merupakan artikel mengenai Villa Shalom:Hamil di luar nikah? Tentu ada perasaan malu, mengingat masyarakat umumnya belum bisa menerima. Orangtua korban pasti merasa terpukul apalagi orangtua yang mendapat kedudukan terhormat di gereja.Ketika larangan aborsi semakin longgar di Indonesia, para pekerja gereja terus menerus memberikan berbagai solusi yang pro-life terhadap masalah kehamilan yang tidak dikehendaki. Salah satu solusi itu adalah pelayanan khusus dari Suster-Suster Gembala Baik (RGS), yang memiliki shelter “Villa Shalom” dan telah beroperasi sejak tahun 1948 untuk membantu orang awam Katolik dan bertujuan melakukan perubahan. Kelompok ini selalu mendorong para wanita muda yang hamil di luar nikah untuk menerima dan merawat bayi mereka, dan juga memberikan dukungan kepada mereka dan keluarganya.Villa Shallom menyediakan tempat berlindung dan suasana yang damai di saat Anda, menghadapi saat -saat sulit. Juga menawarkan persaudaraan yang akan menguatkan Anda dan mendampingi Anda untuk menerima diri Anda sendiri menerima situasi mengembankan kepercayaan diri Anda.Jika Anda takut menceritakan kepada ayah -ibu bahwa Anda hamil, mereka akan mendampingi dan menguatkan Anda. Jika Anda berada dalam tekanan dan dipaksa untuk menggugurkan kandungan oleh orang-orang di sekitar Anda, mereka akan membela dan membantu Anda. Jika Anda merasa tersingkir dan ditolak bahkan dimusuhi oleh orang-orang di sekitar Anda, mereka akan menerima Anda dengan tangan terbuka dan membantu Anda menemukan jalan.Suster-suster Gembala Baik mengajak Anda untuk berkerja sama memperjuangan hak hidup janin sebagai pribadi yang paling lemah dan tidak berdaya. Apabila Anda mendengar, bertemu atau didatangi oleh para pemudi yang merasa kebingungan karena mengalami hal yang tidak diinginkan, hubungi saja Villa Syaloom.Mereka yang diterima berasal dari berbagai daerah dan lintas agama. Dalam pendampingan, mereka diberi pemahaman untuk menerima kenyataan diri. Namun, bantuan konkret seperti yang dilakukan oleh yayasan awam dan Suster-Suster Gembala Baik sangat penting. Dua shelter berada di Jatinegara, Jakarta, dan satu lainnya di Yogyakarta, menyediakan rumah, dukungan dan konseling, baik spiritual maupun psikologi bagi wanita yang hamil di luar nikah.Shelter di Jakarta,menampung 19 wanita hamil berusia 16-30 tahun yang berlatar belakang agama Buddha, Katolik, Hindu, Islam dan Protestan. Beberapa dari mereka adalah korban pemerkosaan.Menurut catatan buku induk, shelter itu telah menampung 900 lebih wanita hamil dil luar nikah sejak shelter itu dibuka 61 tahun lalu. Shelter ketiga akan didirikan di Batam, Propinsi Kepulauan Riau. “Misi kami adalah rekonsiliasi, dengan dirinya sendiri, keluarga dan orang lain dan yang menyakiti dirinya” kata suster Rina, RGS.Di sisi lain, “Kami ingin membantu keluarga sehingga mereka tidak menganggap kehamilan itu sebagai suatu yang aib,” kata Suster. Para wanita kurang mampu bisa ditampung di shelter itu tanpa biaya, sementara yang lain membayar untuk biaya selama tinggal di tempat itu sampai setelah bayi mereka lahir.Para suster dan staf rumah sakit Katolik memberikan konseling, dan para pastor memimpin Misa, melayani pengakuan dosa dan memberikan pelayanan pastoral lain. Sementara itu, para wanita itu mengikuti kegiatan olahraga, memasak, mencuci, dan tugas-tugas lainnya. “Setelah meninggalkan Villa Shallom, mereka berkerja menjadi guru, babysitter, pembantu rumah tangga, pegawai, dan melanjutkan sekolah atau kuliah lagi bagi siswi SMA dan SMP, serta mahasiswi,” ungkap Rina.Ia menceritakan tentang seorang siswi berusia 16 tahun yang hamil di luar nikah. Siswi itu dibawa ke Villa Shallom oleh orangtuanya yang stress. Namun, ia menolak menikah dengan pacarnya dan ia juga ingin melakukan aborsi. Setelah melahirkan, ia diterima kembali di tengah keluarga bersama bayinya dan melanjutkan kembali sekolahnya. Ia kembali dan berterima kasih kepada para suster itu karena telah menyelamatkan dirinya dan bayinya.Tidak semua wanita itu yang mampu mengasuh anaknya seorang diri. Adapula yang merelakan anaknya diadopsi. Tentunya, setelah dengan pertimbangan matang dan ketulusan hati. “Sikap yang diambil harus didasarkan tulus dan bukan egois belaka. Ketika menyerahkan untuk diadopsi, harus tahu bahwa relasi anak dan ibu akan terputus. Di suatu saat rasa kesepian dan penyesalan akan datang.” ucapnya Sr. Rina.Bagi umat Katolik, Sr. Rina berharap agar para perempuan yang hamil di luar nikah tidak mengambil tindakan pembunuhan bagi sang janin.”Sayangi Kehidupan, jangan aborsi,” harapnya.“Saya rasa itu adalah hak pribadi untuk mempertahankan imannya dan mempertahankan bayinya, tentu ia sudah tahu resiko seperti tahan malu membesarkan anaknya sebagai single parent. Saya rasa itu keputusan yang tepat sepanjang dia menyadari konsekuensi dan pembelajaran bagi masyarakan bahwa single parent tidaklah aib.”Ketika hamil di luar alasannya masing-masing dari si pria tidak mengakui sampai pemerkosaan, intinya si pria tidak mungkin menjadi pasangannya. Nah, ketika ia memutuskan untuk melahirkan bayinya, ada faktor dari masyarakat kita dan itu tidaklah mudah dalam mengambil sikap, konsekuensi menjadi ibu dan ayah. “Apakah kalau mereka menikah, tidak dipikirkan, yang penting aku melahirkan anakku.”Di temui di Crisis Center for Unwed Mother, berikut penuturan Sr. Rina RGS kepada wartawan St. Antoro. Berikut petikannya:Bagaimana seharusnya sikap umat Katolik bila ada perempuan hamil di luar nikah?Dalam konteks iman katolik, bagi orangtua pasti shock, tidak mungkin tidak, tapi hal yang pertama adalah iman katolik, bahwa kehidupan itu dari Allah. Untuk itu jangan sampai berpikir aborsi atau menghilangkan nyawa bayi yang lemah.Setelah itu pasti ada cara atau jalan keluar. Jangan memojokkan si pemudi tapi bagaimana duduk bersama mencari jalan keluar. Apalagi keluarga, siap menerima sang anak yang hamil hendaklah diterima oleh keluarga. Misalkan tidak menerima, masih ada tempat bagi pemudi yang hamil ini.Kalau keluarga mendukung itu baik karena mau tidak mau pemudi yang hamil di luar nikah malu sekali, maka si pemudi akan tumbuh lagi menjadi anak yang matang kembali.Apa yang ditekankan dalam pendampingan wanita hamil di luar nikah?Kami memberikan pendampingan psikologis rohani dan kegiatan serta ketrampilan. Kami punya slogan, to love and to forgive. Belajar mencintai dan mengampuni. Setiap yang sudah dibaptis disarankan pengakuan dosa sebelum menerima komuni.Apakah ada alumni yang datang kedua kalinya?Ada, tapi kami mendampingi untuk kehamilan yang pertama bagi pemudi yang hami di luar nikah. Ada alumni dengan kondisi yan sama biasanya tidak kami terima, tapi kami dampingi di luar.Apa yang seharusnya diperhatikan oleh para orangtua?Komunikasi keluarga amat penting. Karena anak tumbuh oleh kelurga dalam pembinaan iman, jangan salahkan anak bila orangtua tidak memberikan contoh.Harapan Anda untuk umat Katolik?Selalu berpikir soal Pro Life, kehidupan. Jangan pernah berpikir soal aborsi, ajak orang lain untuk tidak membuat orang aborsi. Ironisnya, bagi masyarakat menjadi single mother tidak selalu bisa diterima termasuk dalam Gereja Katolik sendiri. “Saya sendiri tidak kuat melihat dan merasakan apa yang mereka alami. Saya kagum terhadap mereka. Mereka mau memaafkan. Itu mukjizat!” Diambil dari http://www.facebook.com/pages/TABLOID-ROHANI-KATOLIK-BULIR-MEKAR/236241843708?v=app_2347471856Foto diambil dari:http://www.buonpastoreint.org/?rub=pages/page&page_id=p4b99c43f0ec44
sekretariat
Kompleks Ruko Mega GrosirCempaka Mas Blok N no 21Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp: 021-42889232Fax: 021-42889233Email: karuniadanpanggilan@yahoo.co.id
login
USERNAME
bar login
PASSWORD
bar
date and time
Sat Mar 25 2017 03:04 AM
Our Visitors :916570
forumterbaru dalam forum
Cari Berita
logo
Jasa Pembuatan Website By IKT